Mamuju, Nuansainfo.com – Gelombang penolakan terhadap rencana aktivitas tambang Logam Tanah Jarang (LTJ) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kian memanas. Aliansi Rakyat Menggugat (ALARM) Sulawesi Barat melayangkan gertakan keras dan menantang keberpihakan pemerintah daerah untuk segera keluar dari zona nyaman demi membela hak-hak masyarakat adat.

Koordinator ALARM Sulbar, Andika Putra, menegaskan bahwa penolakan ini lahir dari jeritan akar rumput di Desa Botteng yang merasa ruang hidup dan tanah leluhurnya terancam oleh ambisi industri tambang. Keresahan ini menyembur langsung dari mulut warga saat momentum pesta adat di desa setempat.

“Kami mendesak Gubernur Sulawesi Barat dan Bupati Mamuju untuk mendengar secara serius aspirasi masyarakat. Ini suara dari bawah yang tidak boleh diabaikan. Pemerintah daerah harus berdiri bersama masyarakat dalam memperjuangkan aspirasi mereka melalui jalur adat dan konstitusional,” tegas Andika saat memberikan keterangan, Senin (21/9/2026).

Andika me-warning keras agar Gubernur Sulbar, Bupati Mamuju, maupun DPRD Sulbar tidak hanya menjadi ‘penonton bisu’ di tengah ancaman kerusakan lingkungan. Pemda didesak menjadi jembatan agar suara penolakan ini sampai langsung ke meja Menteri ESDM hingga Presiden Republik Indonesia.

5 Tuntutan Harga Mati ALARM Sulbar

Sebagai bentuk pengawalan ketat terhadap ruang hidup warga, ALARM Sulbar melayangkan lima tuntutan keras kepada para pemangku kebijakan:

* Dukungan Konkret Gubernur: Gubernur Sulbar wajib mendukung penuh dan menindaklanjuti secara nyata aspirasi penolakan LTJ di Mamuju.

* Langkah Resmi Bupati: Bupati Mamuju harus segera menyerap aspirasi warga dan secara resmi meneruskannya ke tingkat provinsi dan pusat.

* Risalah Resmi DPRD: DPRD Sulbar didesak segera menerbitkan risalah resmi penolakan LTJ untuk dikirim langsung kepada Presiden.

* Satu Suara ke Pusat: Gubernur, Bupati, dan DPRD wajib bersatu mengantarkan suara perlawanan warga ke Menteri ESDM dan Presiden RI.

* Transparansi Total: Pemerintah wajib membuka seluruh informasi terkait rencana aktivitas LTJ secara transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

ALARM Sulbar memastikan tidak akan mundur satu langkah pun dan berjanji akan terus mengawal isu ini hingga pusat kekuasaan di Jakarta mendengar perlawanan dari tanah Mamuju.

By Adhie