Nuansainfo.com, Mamuju – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi Barat mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Sulbar mengambil alih pengusutan dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi lintas kabupaten. Lintas penanganan ini disuarakan lantaran kepolisian setempat dinilai lambat mengusut insiden mobil pikap pembawa pupuk yang terbalik dua hari lalu.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Kondoruba, Kabupaten Mamasa. Satu unit mobil pikap yang mengangkut pupuk bersubsidi dari Mamasa menuju Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) mengalami kecelakaan hingga terbalik. Meski muatan pupuk bersubsidi yang diduga keluar dari wilayah distribusi resminya terlihat jelas di lokasi, polisi belum menetapkan status hukum atas kasus tersebut.
Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Advokasi Kebijakan Publik PKC PMII Sulbar, Akbar, menilai lambannya penanganan perkara ini berpotensi mengaburkan fakta hukum. “Sudah dua hari pascainsiden mobil terbalik di Kondoruba yang mengangkut pupuk bersubsidi tersebut viral, namun sampai saat ini belum ada progres konkret dari APH (Aparat Penegak Hukum). Kasus ini tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja,” kata Akbar saat dihubungi, Sabtu, 12 September 2026.
Menurut Akbar, distribusi pupuk bersubsidi yang keluar dari area peruntukannya merupakan bentuk pelanggaran hukum serius karena langsung merugikan kuota pasokan bagi petani setempat. PMII Sulbar mendesak Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulbar turun tangan menelusuri alur distribusi pupuk tersebut.
“Kami mendesak Kapolda Sulbar beserta jajaran Ditreskrimsus untuk turun tangan langsung. Usut tuntas siapa pemilik muatan tersebut, peruntukan aslinya, serta oknum-oknum yang bermain dalam rantai penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi ini,” ujar Akbar.
PMII Sulbar menegaskan penyelewengan pupuk bersubsidi merupakan bentuk kejahatan ekonomi yang merampas hak-hak petani kecil. Mereka memastikan akan terus mengawal penanganan perkara ini hingga Polda Sulbar memberikan kepastian hukum secara transparan.

Tinggalkan Balasan