Mamuju, nuansainfo.com – Pemerintah Desa Bambamanurung bekerja sama dengan PKBM RAMS SETARA secara resmi melaksanakan Deklarasi Zero Anak Tidak Sekolah (ATS) Desa Bambamanurung di Balai Desa Bambamanurung, Selasa (08/09/2026). Deklarasi ini menjadi momentum penting atas keberhasilan Program BTPS (Bambamanurung Tak Putus Sekolah) yang diluncurkan sejak tahun 2022.

Program BTPS lahir sebagai inovasi Desa Bambamanurung di sektor pendidikan guna memastikan seluruh masyarakat, khususnya anak-anak dan warga yang pernah terputus dari pendidikan, tetap memiliki akses dan kesempatan untuk kembali belajar.

Hasil Kolaborasi Pemdes dan PKBM RAMS SETARA

Ketua PKBM RAMS SETARA, Ratiningsih, menyampaikan bahwa capaian Zero ATS ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara Pemerintah Desa Bambamanurung dan PKBM RAMS SETARA.

“Kegiatan ini adalah hasil kerja sama Pemerintah Desa Bambamanurung yang dipimpin langsung oleh Bapak Nanang Wahidin, S.Sos. selaku Kepala Desa dan juga PKBM RAMS SETARA. Program BTPS yang diluncurkan pada tahun 2022 lalu merupakan inovasi Desa Bambamanurung dalam sektor pendidikan dengan nama Bambamanurung Tak Putus Sekolah,” kata Ratiningsih.

Ratiningsih menjelaskan bahwa kunci keberhasilan menuju Zero ATS adalah pendataan secara menyeluruh (sweeping) di seluruh wilayah desa. Pendataan tersebut melibatkan para tutor PKBM RAMS SETARA serta mendapat dukungan penuh dari para kepala dusun dan ketua RT. Lewat pendekatan ke tingkat dusun dan RT, warga yang terputus sekolah dapat teridentifikasi secara presisi dan dirangkul kembali.

Dukungan Disdikbud Mateng: Inovasi “Putus Sekolah Adalah Maut”

Perjalanan PKBM RAMS SETARA dalam mewujudkan Zero ATS juga tidak terlepas dari pembinaan serta arahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mamuju Tengah, khususnya Bidang PAUD dan Dikmas.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju Tengah yang dipimpin oleh Marhudin, S.Pd., M.M. terus menggalakkan inovasi “Putus Sekolah Adalah Maut”. Inovasi ini menekankan bahwa persoalan putus sekolah adalah masalah amat serius yang membutuhkan penanganan serta gerakan bersama dari seluruh elemen.

“Kami selaku PKBM yang dibina langsung oleh Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju Tengah mendapatkan arahan dan tugas tersendiri dalam mengupayakan Zero ATS. Hal ini juga merupakan bagian dari ranah kerja yang diberikan kepada kami melalui inovasi Putus Sekolah Adalah Maut,” jelas Ratiningsih.

Dukungan Beasiswa Program TAKI SIOLA dari Bupati Mateng

Selain pendampingan dan pendataan, akselerasi penanganan ATS di Desa Bambamanurung didukung penuh oleh kebijakan Pemkab Mamuju Tengah. Ratiningsih menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas support beasiswa dari Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Arsal Aras, S.E., M.Si., melalui Program TAKI SIOLA.

Bantuan beasiswa tersebut terbukti memberikan dampak nyata. Puluhan warga belajar di PKBM RAMS SETARA yang sebelumnya sempat berhenti sekolah kini bisa melanjutkan kembali pendidikan mereka.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas support beasiswa dari Bapak Bupati Dr. H. Arsal Aras, S.E., M.Si. dalam Program TAKI SIOLA. Dari kebijakan ini kami mampu memberikan beasiswa kepada puluhan warga belajar yang memutuskan kembali bersekolah di sekolah kami,” ungkapnya.

Awal Pengabdian yang Lebih Luas

Ratiningsih menegaskan bahwa keberhasilan Zero ATS Desa Bambamanurung adalah hasil kolaborasi lintas sektor: Pemdes Bambamanurung menggerakkan tingkat desa, Kepala Dusun dan RT mendata warga, tutor PKBM melakukan pendampingan, serta Disdikbud dan Pemkab Mamuju Tengah memberikan pengarahan dan beasiswa.

Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada Panitia Pelaksana, RAMS SQUAD, Tim Aparat Desa Bambamanurung, serta Tim KKN UNIMAJU yang bergotong-royong menyukseskan acara deklarasi.

Ia berharap capaian ini menjadi langkah awal bagi PKBM RAMS SETARA untuk terus melebarkan sayap pengabdian dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.

By. Adhie