Nuansainfo.com, Mamuju — Akademisi muda STAI Al-Azhary Mamuju, Zulkifli Yunus, menyuarakan kekhawatiran masyarakat terkait potensi bahaya radiasi hingga janji dampak ekonomi dari proyek penambangan PT Perminas di Boteng. Hal tersebut ia sampaikan dalam forum dialog ilmiah yang digelar di Aula STAI Al-Azhary Mamuju, Sabtu, 5 September 2026.
Zulkifli menyoroti rekam jejak industri serupa di negara lain, seperti Tiongkok dan Malaysia, yang sempat menghadapi persoalan kebocoran radiasi serta penolakan dari warga lokal. Ia mempertanyakan mitigasi konkret dari perusahaan jika potensi skenario terburuk tersebut benar-benar terjadi di wilayah pemukiman warga.
“Bagaimana kalau itu terjadi? Apa yang terjadi? Kami khawatir masyarakat yang merasakannya, sementara pihak luar pergi membawa keuntungan besar,” ujar Zulkifli saat berbicara dalam forum tersebut.
Ia juga mengkritik janji peningkatan ekonomi yang kerap dihembuskan perusahaan. Menurutnya, klaim pertumbuhan ekonomi akibat kehadiran tambang sering kali hanya dinikmati oleh segelintir pihak, sementara masyarakat umum yang tinggal di sekitar kawasan perumahan dan lingkar tambang justru tidak merasakan dampaknya secara nyata.
Zulkifli menantang pihak perusahaan untuk memberikan bukti konkret keberhasilan penambangan yang betul-betul menyejahterakan masyarakat secara luas.
“Tunjukkan satu saja daerah di mana masyarakat lingkar tambang ekonominya betul-betul naik secara umum, bukan hanya segelintir orang. Memang ekonomi diklaim akan naik, tapi bagaimana nasib rakyat di lapangan? Itu yang sering tidak dipikirkan, dan itu yang kami perjuangkan,” tegasnya.
By. Adhie

Tinggalkan Balasan