Nuansainfo.com, Mamuju — Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Barat mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi di wilayah Sampaga, Kabupaten Mamuju. Desakan ini menyusul langkah Kepolisian Sektor Sampaga yang mencegat satu unit truk bermuatan pupuk subsidi tanpa dokumen resmi.
Sekretaris Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Kelembagaan Organisasi PKC PMII Sulawesi Barat, Reza, menegaskan bahwa penyelewengan pupuk subsidi merupakan bentuk kejahatan yang merugikan masyarakat kecil, khususnya petani yang bergantung pada ketersediaan pupuk sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Pupuk adalah kebutuhan pokok petani. Penyelewengan seperti ini langsung berdampak pada risiko gagal tanam, naiknya harga pangan, dan matinya ekonomi desa,” kata Reza dalam keterangan tertulisnya.
Atas temuan tersebut, PKC PMII Sulawesi Barat menyampaikan dua tuntutan utama:
- Usut Jaringan hingga Akar: Mendesak Kepolisian Resor Mamuju dan Kepolisian Daerah Sulawesi Barat tidak berhenti pada penindakan terhadap sopir truk semata. Polisi diminta membongkar seluruh jaringan, mulai dari distributor hingga oknum yang bermain di balik rantai distribusi ilegal tersebut.
- Perketat Pengawasan Rantai Pasok: Mendesak Pemerintah Daerah dan Dinas Pertanian setempat memperketat pengawasan distribusi pupuk bersubsidi secara menyeluruh, mulai dari keluar gudang hingga diterima kelompok tani.
Reza menambahkan, PKC PMII Sulawesi Barat berkomitmen akan terus mengawal penanganan kasus ini hingga tuntas demi memastikan pupuk bersubsidi kembali disalurkan tepat sasaran kepada para petani.
By. Adhie

Tinggalkan Balasan