Mamuju, nuansainfo.com – Biro Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Madrasah 2026 di Hotel De Shanum, Mamuju, Senin (24/8/2026).

Mengusung tema “Suara Madrasah, Inspirasi Sulawesi Barat: Menguatkan Literasi Jurnalistik, Kreativitas, dan Kritis Generasi Muda di Era Digital”, agenda ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat Biro Pemkesra Sulbar, Makdum Ibrahim, yang hadir mewakili pimpinan Pemprov Sulbar.

Dalam sambutannya, Makdum Ibrahim mengajak para peserta untuk menepis stigma negatif yang selama ini kerap dialamatkan kepada lingkungan madrasah. Menurutnya, lulusan madrasah dan pesantren memiliki potensi yang sangat besar serta kontribusi nyata bagi bangsa.

“Itu hanyalah anggapan yang tidak benar. Ternyata saat ini pesantren dan madrasah punya rekam jejak luar biasa, bahkan banyak menteri dan tokoh nasional yang lahir dari basis ini. Ini membuktikan bahwa semua manusia punya kesempatan yang sama untuk meraih sukses,” ujar Makdum Ibrahim di hadapan puluhan siswa dan pengelola madrasah.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan media sosial di era digital sebagai sarana untuk mempublikasikan berbagai kebaikan dan prestasi madrasah. Namun, ia mengingatkan agar setiap informasi yang disampaikan wajib berlandaskan pada nilai-nilai kebenaran.

“Sehebat apa pun program atau prestasi yang kita miliki, jika tidak dipublikasikan maka masyarakat tidak akan tahu. Namun, ingat bahwa media sosial harus diisi dengan kebenaran. Jika ada berita masuk, jangan langsung disebar—tabayun dulu, saring sebelum disaring, agar kita tidak menjadi bagian dari penyebar bohong atau berita yang memicu kebencian,” tegasnya.

Sementara itu, Panitia Pelaksana, Muliadi, mengungkapkan bahwa pelatihan ini dirancang khusus untuk mengasah keterampilan jurnalistik serta nalar kritis generasi muda madrasah dalam menyikapi arus informasi.

“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai wadah edukasi untuk membekali adik-adik siswa madrasah dengan pemahaman jurnalistik yang komprehensif. Harapan kami, peserta tidak hanya cakap dalam menulis dan membuat konten, tetapi juga mampu menjadi agen berita yang jujur, kreatif, serta membawa nama baik madrasah di Sulawesi Barat,” kata Muliadi dalam laporannya.

Kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Madrasah 2026 ini berlangsung mulai tanggal 24 hingga 26 Agustus 2026 dan diisi dengan berbagai materi praktis penulisan berita, fotografi media, hingga Etika Jurnalistik di era digital.

By. Adhie