Mamuju Tengah — Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, menggelar ibadah doa bersama dan salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Mamuju Tengah. Langkah spiritual ini ditempuh sebagai bentuk ikhtiar menghadapi bencana kekeringan yang kian meluas di wilayah tersebut imbas kemarau panjang.

Pelaksanaan ibadah ini dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mamuju Tengah, KM Muhammad Anwar Hasan, serta dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah daerah, aparat TNI-Polri, para santri, hingga ratusan warga setempat. Selain menggelar salat minta hujan, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan dan santunan kepada anak-anak yatim.

Dampak kemarau yang telah berlangsung selama kurun waktu dua hingga tiga bulan terakhir dilaporkan kian mengkhawatirkan. Kekeringan tidak hanya menyusutkan debit air sumur warga sehingga memicu krisis air bersih, tetapi juga melumpuhkan aktivitas sektor pertanian.

Ratusan hektare lahan sawah di berbagai lokasi dilaporkan mulai mengering dan terancam mengalami gagal panen. Para petani setempat pun mengaku kesulitan untuk mengolah lahan pertanian mereka akibat ketiadaan pasokan air.

Ibadah bersama ini diharapkan menjadi dorongan moral sekaligus ikhtiar spiritual di tengah langkah teknis yang tengah diupayakan pemerintah daerah. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah juga telah menerjunkan tim satgas serta armada distribusi air untuk membantu warga yang terdampak krisis air bersih di puluhan desa