Mamuju, nuansainfo.com – Kantor Imigrasi Mamuju membuka layanan pembuatan paspor di tengah keramaian Car Free Day (CFD) Mamuju, Ahad, 9 Agustus 2026. Layanan bertajuk Pasporia atau Paspor Ceria itu digelar untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Layanan jemput bola tersebut menjadi upaya Imigrasi Mamuju mendekatkan pelayanan ke masyarakat. Warga tidak perlu datang ke kantor pada hari kerja untuk mengurus dokumen keimigrasian.

Sebanyak 57 pemohon paspor dilayani selama kegiatan berlangsung. Sebagian besar pemohon mengurus paspor untuk keperluan keberangkatan ibadah haji.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Barat, Said Noviansyah, mengapresiasi langkah Kantor Imigrasi Mamuju menghadirkan layanan di ruang publik.

Menurut Said, pelayanan keimigrasian harus terus dikembangkan agar semakin mudah dijangkau masyarakat, khususnya warga yang berada dalam wilayah kerja Imigrasi Mamuju.

“Ini merupakan bentuk pelayanan yang mudah dan dekat dengan masyarakat. Kami mengapresiasi inovasi Kantor Imigrasi Mamuju dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” kata Said.

Said mengatakan layanan tersebut juga sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, agar jajaran Imigrasi terus berinovasi dan memastikan negara hadir melalui pelayanan publik yang mudah diakses.

“Semangatnya adalah Imigrasi untuk Rakyat. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan keimigrasian dengan mudah,” ujar Said.

Layanan di Hari Libur

Kepala Kantor Imigrasi Mamuju, V. Yosa Anggara, mengatakan Pasporia sengaja digelar pada hari libur. Tujuannya memberi kesempatan kepada masyarakat yang tidak dapat mengurus paspor pada hari kerja.

Menurut Yosa, konsep layanan di CFD juga dibuat lebih santai agar masyarakat dapat mengurus paspor sekaligus menikmati aktivitas akhir pekan.

“Melalui Pasporia, kami ingin menghadirkan layanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga memudahkan masyarakat. Bertepatan dengan momentum HUT RI ke-81, kami berupaya mengisi kemerdekaan dengan memberikan pelayanan prima bagi warga Mamuju,” kata Yosa.

Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pemohon yang datang ke lokasi. Layanan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kebutuhan dokumen perjalanan, terutama untuk keperluan ibadah haji, masih menjadi salah satu alasan utama masyarakat mengajukan paspor.

Bagi Imigrasi Mamuju, Pasporia menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan keimigrasian dengan mendatangi masyarakat secara langsung, bukan semata menunggu pemohon datang ke kantor.

By. Adhie