Koperasi Desa Katomporang Dilibatkan dalam Rantai Pasok MBG, Arifain: Wujud Penguatan Program Strategis Nasional

Nasional552 Dilihat

Pinrang, Nuansainfo.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Di Kabupaten Pinrang, Koperasi Desa (Kopdes) Katomporang kini turut dilibatkan dalam mendukung rantai pasok bahan pangan untuk SPPG Pekkabata 02 dan SPPG Macorawalie 05.

Mitra yayasan MBG, Arifain Makkulau, S.H., M.H., mengatakan keterlibatan koperasi desa menjadi bagian penting dalam memperkuat Program Strategis Nasional, khususnya dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dan kelembagaan desa.

Menurut Arifain, Kopdes Katomporang memiliki peran mengoordinasikan petani serta para penyedia bahan baku yang menjadi pemasok kebutuhan dapur MBG. Pinrang 10/5/2026

“Jadi koperasi desa ini bukan hanya sekadar pelengkap. Mereka kita libatkan langsung untuk membantu mengoordinir petani dan para penyedia bahan baku agar rantai pasok berjalan lebih tertata dan berkelanjutan,” ujar Arifain.

Baca Juga: https://nuansainfo.com/koordinator-wilayah-mbg-pinrang-tinjau-petani-pemasok-sppg-pastikan-rantai-pasok-untuk-program-berjalan-baik/

Ia menjelaskan, pola kerja sama yang dijalankan menggunakan sistem konsinyasi antara koperasi desa dengan petani maupun penyedia bahan baku. Dengan pola tersebut, distribusi hasil pertanian menjadi lebih terorganisir sekaligus memberi kepastian penyaluran hasil produksi masyarakat.

Selain itu, Kopdes Katomporang juga diberi tanggung jawab melakukan penyortiran bahan baku sebelum dikirim ke dapur MBG guna memastikan kualitas bahan pangan tetap terjaga.

“Koperasi desa juga membantu melakukan penyortiran bahan baku sebelum disuplai ke dapur. Jadi kualitas produk yang masuk benar-benar kita jaga karena ini menyangkut kebutuhan makanan bergizi anak-anak,” katanya.

Baca Juga: https://nuansainfo.com/mbg-jadi-penggerak-ekonomi-rakyat-petani-pinrang-kini-panen-dengan-kepastian/

Arifain menegaskan, pelibatan koperasi desa sejalan dengan semangat Program Strategis Nasional yang ingin membangun ekonomi dari desa dan memperkuat perputaran ekonomi di daerah.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto melalui program MBG tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga ingin menciptakan ekosistem ekonomi yang melibatkan masyarakat kecil secara langsung.

“Ini bukan sekadar program makan gratis, tetapi bagian dari upaya membangun ekonomi kerakyatan. Desa dilibatkan, petani diberdayakan, UMKM bergerak, koperasi hidup, dan uang berputar di daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, kehadiran koperasi desa dalam rantai pasok MBG diharapkan mampu menjadi model penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat berbasis desa.

“Kalau pola seperti ini terus berjalan baik, maka desa tidak hanya menjadi penonton. Desa bisa menjadi bagian utama dalam mendukung program strategis nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” tutup Arifain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *