Koordinator Wilayah MBG Pinrang Tinjau Petani Pemasok SPPG, Pastikan Rantai Pasok untuk Program Berjalan Baik

Daerah, Nasional501 Dilihat

Pinrang, Nuansainfo.com – Koordinator Wilayah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pinrang, Nining Angreani, melakukan kunjungan langsung ke lahan petani yang menjadi bagian dari rantai pasok bahan pangan untuk SPPG Pekkabata 02 dan SPPG Macorawalie 05.

Kunjungan tersebut turut didampingi mitra yayasan, Arifain Makkulau, S.H., M.H., sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi kerakyatan melalui program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kunjungan itu, Nining menyapa langsung para petani, melihat proses budidaya hingga memastikan kesiapan hasil pertanian yang akan disuplai untuk kebutuhan program MBG. Pinrang 10/5/2026

Baca Juga: https://nuansainfo.com/mbg-jadi-penggerak-ekonomi-rakyat-petani-pinrang-kini-panen-dengan-kepastian/

Nining mengatakan, keterlibatan petani lokal dalam program MBG menjadi langkah penting untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat kecil.

Program MBG bukan hanya tentang makanan bergizi untuk anak-anak, tetapi bagaimana program ini mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kami ingin petani lokal ikut tumbuh bersama dan memiliki kepastian pasar atas hasil panennya,” ujar Nining Angreani.

Ia menilai, pola kerja sama antara petani dan SPPG menjadi bukti bahwa program MBG mampu menciptakan perputaran ekonomi di daerah.

Ketika hasil panen petani langsung terserap untuk kebutuhan dapur MBG, maka uang juga akan berputar di daerah. Ini yang menjadi semangat ekonomi kerakyatan dalam program MBG,” tambahnya.

Sementara itu, Arifain Makkulau menjelaskan pihaknya terus mendorong penguatan sektor pertanian agar rantai pasok program dapat berjalan berkelanjutan.

Menurutnya, dukungan kepada petani tidak hanya berupa pembelian hasil panen, tetapi juga bantuan fasilitas pertanian dan pendampingan.

Kita ingin petani tidak berjalan sendiri. Karena itu kita bantu mulai dari sumur bor, bibit, pupuk, modal kerja hingga alat pertanian seperti traktor mini. Semua ini untuk memastikan keberlanjutan rantai pasok program MBG,” kata Arifain.

Ia menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan program bisnis semata, melainkan investasi sosial pemerintah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Program ini adalah program kemanusiaan. Anak-anak mendapatkan makanan bergizi, sementara masyarakat kecil seperti petani, UMKM dan pelaku usaha lokal ikut merasakan manfaat ekonominya,” jelasnya.

Kunjungan tersebut mendapat sambutan positif dari para petani. Mereka mengaku kini lebih optimistis karena hasil pertanian memiliki pasar yang jelas melalui program MBG.

Baca Juga: https://nuansainfo.com/koperasi-desa-katomporang-dilibatkan-dalam-rantai-pasok-mbg-arifain-wujud-penguatan-program-strategis-nasional/

Dengan kolaborasi antara pemerintah, mitra yayasan dan petani lokal, Pinrang dinilai mulai menunjukkan bagaimana program nasional dapat berjalan berdampingan dengan penguatan ekonomi masyarakat desa.

By Adhie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *