Jakarta, nuansainfo.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Bapperida Sulbar terus memperkuat sinergi dengan lembaga riset nasional guna mendorong pembangunan berbasis inovasi. Langkah ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dalam mempercepat pertumbuhan daerah yang berdaya saing.
Upaya tersebut ditunjukkan melalui pertemuan konsultasi di Kantor Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Selasa (14/4/2026). Dalam forum itu, rombongan Bapperida Sulbar yang dipimpin Kepala Bapperida Amujib bersama sejumlah pejabat terkait disambut Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Sri Nuryanti, serta Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Yopi.
Dalam pertemuan tersebut, Amujib memaparkan empat usulan strategis. Pertama, peninjauan kembali Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dengan penyesuaian parameter yang mempertimbangkan kapasitas fiskal dan kondisi historis daerah. Kedua, penguatan hilirisasi dan vokasi melalui dukungan riset manufaktur skala menengah pada komoditas unggulan seperti kakao, kopi, kelapa, dan sawit.
Selain itu, Pemprov Sulbar juga mengusulkan modernisasi sektor kelautan melalui pemanfaatan teknologi berbasis riset, seperti alat pendeteksi lokasi ikan untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan. Usulan lainnya adalah pengembangan desain transmigrasi terintegrasi yang menghubungkan sektor pertanian, permukiman, dan infrastruktur guna mendorong pertumbuhan wilayah.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari BRIN yang menyatakan kesiapan untuk memperkuat kolaborasi inovasi di Sulawesi Barat. Bapperida Sulbar juga menerima Piagam Indeks Inovasi sebagai bentuk apresiasi. Ke depan, BRIN dijadwalkan melakukan kunjungan ke Sulbar sekaligus membahas penandatanganan MoU, sebagai langkah lanjutan menuju penguatan inovasi daerah dan persiapan menghadapi penilaian Innovative Government Award (IGA) 2027.
By Adhie










