Pemkab Mamuju Dorong Ekonomi Biru Lewat Riset Teknologi Budidaya Rumput Laut

Daerah1028 Dilihat

Mamuju – Pemerintah Kabupaten Mamuju terus menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi sektor kelautan berbasis inovasi dan teknologi sebagai bagian dari visi pembangunan “Mamuju Keren”, khususnya dalam penguatan ekonomi biru (blue economy) yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bersama tim peneliti dari Universitas Hasanuddin melalui LPPM Pusat Penelitian dan Pengembangan Laut, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil, yang berkolaborasi dengan tim riset internasional dari Australia. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Pimpinan Kantor Bupati Mamuju dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Yuki Permana, didampingi Asisten II serta jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan.

FGD tersebut mengangkat riset Technology Digital Tools for Seaweed Farm Management and Monitoring (SeaTech) yang dipaparkan oleh Nurjannah Nurdin bersama tim. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa riset ini mengintegrasikan teknologi terbaru dengan pendekatan berbasis data presisi tinggi.

“Data yang dihasilkan akan diakumulasikan dalam bentuk dashboard Mamuju, yakni aplikasi real-time yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, pemerintah daerah, maupun sektor swasta dalam pengambilan keputusan, khususnya bagi pembudidaya rumput laut di Kabupaten Mamuju, terutama di Desa Tadui,” jelasnya.

Desa Tadui sendiri merupakan salah satu kawasan strategis budidaya rumput laut dengan potensi lahan yang luas dan terus dikembangkan. Wilayah ini juga menjadi bagian dari program Kampung Budidaya Rumput Laut yang dicanangkan pemerintah pusat.

Asisten II Setda Mamuju, Jufri Badau, menyampaikan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan arah kebijakan daerah yang menjadikan sektor kelautan sebagai pilar utama ekonomi.

“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah konkret mewujudkan ekonomi biru di Mamuju. Pendekatan berbasis teknologi dan riset menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Mamuju, Muhammad Yusuf, menegaskan bahwa hasil riset ini akan menjadi dasar penting dalam pengambilan kebijakan berbasis data (evidence-based policy).

Ia menilai pemanfaatan teknologi digital seperti SeaTech akan menjadi terobosan dalam sistem monitoring dan manajemen budidaya, yang tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga memastikan pengelolaan sumber daya laut yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, pengembangan rumput laut di Mamuju juga diarahkan pada penguatan hilirisasi dan ekonomi kreatif berbasis kelautan. Berbagai produk olahan seperti brownies, bakso, hingga kerupuk berbahan dasar rumput laut mulai dikembangkan guna meningkatkan nilai tambah dan pendapatan masyarakat pesisir.

Dengan siklus panen yang relatif singkat, sekitar 1,5 hingga 2 bulan, komoditas unggulan seperti Eucheuma cottonii dan Gracilaria sp. dinilai memiliki prospek besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui kolaborasi riset internasional ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju semakin menegaskan posisinya sebagai daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta konsisten dalam mendorong pembangunan sektor kelautan yang modern, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *