Mengupas Rahasia “Secangkir Vitalitas”: Jejak Sejarah dan Sains Kopi Bugis di Pasar Malam Rakyat Kolaborasi

Uncategorized21 Dilihat

Polewali Mandar, nuansainfo.com– Kopi bukan sekadar minuman penghilang kantuk, melainkan warisan peradaban yang menyimpan khasiat medis bagi kebugaran tubuh. Hal inilah yang menjadi inti pembahasan dalam agenda diskusi buku bertajuk “Secangkir Vitalitas: Khasiat Kopi Bugis untuk Kejantanan” yang akan digelar sebagai bagian dari perhelatan Pasar Malam Rakyat Kolaborasi.

Dari Legenda Kaldi hingga Ritual Sufi

Dalam sebuah ulasan melalui, WhatsApp 5/4/2026. terkait kearifan lokal kopi, Ahmad Zaky Al Mahdhaly, Ketua LESBUMI NU Sulbar, memaparkan bahwa perjalanan kopi bermula dari sebuah legenda di dataran tinggi Ethiopia.

“Awalnya kopi adalah legenda Kaldi, seorang peternak kambing yang menemukan biji kopi. Pengetahuan ini kemudian menyebar ke Yaman dan menjadi minuman favorit para sufi untuk menunjang ibadah mereka,” tulis Zaky. Sejarah mencatat bahwa popularitas kopi mencapai puncaknya saat pertama kali hadir dalam bentuk kedai di kekaisaran Ottoman sekitar abad ke-15.

Sains di Balik Efek Vitalitas

Lebih dari sekadar narasi sejarah, Zaky menekankan adanya fakta ilmiah di balik khasiat kopi yang sering dianggap sebagai minuman penambah stamina. Menurutnya, kandungan kafein dalam kopi memiliki dampak langsung secara fisiologis.

“Kopi mengandung kafein, dan secara ilmu, kafein mampu memperlebar pembuluh darah serta meningkatkan daya tahan otot,” tambahnya. Mekanisme inilah yang kemudian diserap dalam kearifan lokal masyarakat, termasuk masyarakat Bugis, yang memfungsikan kopi sebagai minuman vitalitas dan kejantanan.

Agenda Diskusi di Tinambung

Diskusi mendalam mengenai keterkaitan antara sejarah, sains, dan budaya lokal ini akan dikupas tuntas dalam acara yang dijadwalkan pada:

Hari/Tanggal: Minggu, 12 April 2026

Lokasi: Kompleks Pasar Talolo Tinambung, Polewali Mandar

Narasumber: Dr. Elihami, M.Pd.I., P.hD (Penulis & Wakil Rektor II UNIMEN)

Pembedah: Ahmad Zaky Al Mahdhaly (Ketua LESBUMI NU Sulbar)

Moderator: Abd Rahman (Aktivis Budaya)

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian besar Pasar Malam Rakyat Kolaborasi yang didukung oleh Dana Indonesiana dan LPDP. Selain diskusi buku, pengunjung juga akan disuguhi berbagai pertunjukan kesenian tradisi Mandar, orasi kebudayaan, hingga pameran kuliner lokal.

Hadirnya diskusi ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru bagi masyarakat Mandar dan sekitarnya mengenai bagaimana kopi lokal—khususnya Kopi Bugis—menjadi bagian integral dari identitas kesehatan dan vitalitas masyarakat di Nusantara.

By Adhie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *