Warga Botteng Utara Mamuju Tolak Pekuburan Tionghoa, Ancam Tutup Akses Jalan

Sulawesi Barat11 Dilihat

Mamuju, nuansainfo.com  – Warga Desa Botteng Utara, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, melayangkan protes keras terkait adanya aktivitas pemakaman warga keturunan Tionghoa di wilayah mereka. Warga mengancam akan menutup akses jalan jika aktivitas tersebut terus berlanjut.

Penolakan ini mencuat setelah pemakaman perdana dilakukan di salah satu lahan di kawasan Botteng Utara pada Kamis (14/5/2024). Warga mengaku resah karena tidak pernah ada sosialisasi sebelumnya.

Kami masyarakat Botteng Utara dengan tegas menolak adanya pekuburan Tionghoa di wilayah kami,” ujar salah satu pemuda setempat, Muh Ikram kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).

Ikram menyebut, keresahan warga makin memuncak setelah mendapat informasi bahwa lahan tersebut akan dijadikan area pemakaman berkelanjutan. Berdasarkan informasi dari Kepala Dusun Salurombia, kabarnya masih ada tujuh jenazah lagi yang akan dimakamkan di lokasi yang sama.

Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, masih akan ada tujuh pemakaman lagi yang akan dilaksanakan di lokasi itu. Jika ini terus dilakukan, masyarakat akan menutup akses menuju lokasi pekuburan,” tegas Ikram.

Lahan Diduga Aset Pemda

Selain masalah sosialisasi, status lahan tersebut juga menjadi sorotan. Muncul kabar di tengah masyarakat bahwa lahan yang digunakan untuk pemakaman tersebut merupakan aset milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mamuju.

Terkait hal itu, warga mendesak agar Pemda segera turun tangan memberikan klarifikasi. Warga tidak ingin ada aktivitas ilegal di atas lahan negara yang justru memicu konflik horizontal.

Jika benar lokasi itu merupakan milik pemerintah daerah, maka kami meminta pemerintah segera turun tangan dan menghentikan aktivitas pekuburan tersebut sebelum menimbulkan konflik yang lebih besar,” lanjutnya.

Saat ini, situasi di Desa Botteng Utara masih terpantau kondusif, namun warga tetap bersiaga memantau aktivitas di lokasi tersebut. Mereka berharap aparat desa dan Pemda Mamuju segera memberikan kejelasan terkait legalitas penggunaan lahan itu demi menjaga ketenteraman warga.

By. Adhie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *