Mamuju Tengah, nuansainfo.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menaruh perhatian serius terhadap maraknya pemasangan spanduk dan baliho di pohon serta fasilitas umum. Pemerintah daerah pun siap melakukan penertiban sebagai tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penataan ruang publik dan perlindungan lingkungan.
Wakil Bupati Mateng, Dr. H. Askary Anwar, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa pemasangan alat peraga di pohon bukan sekadar persoalan estetika, tetapi juga menyangkut kelangsungan hidup pohon itu sendiri.
“Pohon adalah makhluk hidup. Jika dipaku, diikat, atau ditempeli baliho, tentu pertumbuhannya akan terganggu. Jangan kita kotori pohon-pohon ini dengan baliho dan spanduk yang sebenarnya bisa dipasang di tempat lain,” ujar Askary, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pohon yang sehat memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mulai dari menghasilkan oksigen hingga menjadi peneduh di ruang publik. Karena itu, Pemkab Mateng menilai praktik pemasangan spanduk dan baliho di pohon sebagai tindakan yang tidak ramah lingkungan.
Dr. H. Askary Anwar, S.Sos., M.Si mengungkapkan, pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan langkah-langkah antisipatif, termasuk membuka opsi koordinasi dengan TNI dan Polri apabila penertiban perlu dilakukan di lapangan.
“Jika sudah diingatkan namun masih ada yang membandel, tentu pemerintah harus hadir. Koordinasi dengan TNI dan Polri bisa dilakukan agar penertiban berjalan tertib dan sesuai aturan,” jelasnya.
Meski demikian, Dr. H. Askary Anwar, S.Sos., M.Si menilai kondisi pemasangan baliho di Mateng belum separah di kota-kota besar. Oleh karena itu, pendekatan persuasif masih menjadi pilihan utama pemerintah daerah.
“Kita bersyukur kondisi di Mateng masih bisa dikendalikan. Insyaallah bisa diantisipasi lebih awal tanpa harus melakukan penertiban besar-besaran. Sosialisasi dan pencegahan akan kita kedepankan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga ruang publik dan kelestarian lingkungan.
“Jika lingkungan kita jaga bersama, dampaknya kembali ke kita semua. Kota menjadi lebih indah, pohon tetap lestari, dan masyarakat merasa nyaman. Ini tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.
By. Wahid















