MAMUJU – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa kualitas data gizi adalah fondasi utama dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang tepat sasaran.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Penilaian Kualitas Data Rutin dan Pemanfaatan Data bagi Pengelola Program Gizi Kabupaten dan Puskesmas Angkatan II, yang digelar di Grand Maleo Hotel & Convention, Mamuju, 16–19 April 2026.
Kegiatan strategis ini selaras dengan misi ke-3 Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yaitu membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter melalui peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Dalam arahannya, dr. Nursyamsi menekankan bahwa akurasi data merupakan kunci keberhasilan intervensi program gizi, terutama dalam upaya masif menekan angka stunting. Ia menginstruksikan agar standar layanan bagi balita berisiko stunting, mulai dari tingkat Posyandu hingga Puskesmas, ditangani secara optimal dan tercatat dengan benar.
“Tanpa data yang valid, setiap intervensi yang kita lakukan tidak akan tepat sasaran. Akurasi data menentukan efektivitas program di lapangan,” tegas dr. Nursyamsi.
Rapor Layanan Gizi 2025: Tantangan pada Indikator Ibu Hamil
Berdasarkan evaluasi data per 31 Desember 2025, dr. Nursyamsi memaparkan sejumlah capaian indikator layanan gizi ibu hamil yang masih menjadi tantangan besar karena berada di bawah target nasional:











