Senja Ramadan di Rumah Irwan Pababari: Hangatnya Silaturahmi di 25 Ramadan

mamuju177 Dilihat

Mamuju, Nuansainfo.com — Senja perlahan meredup di langit Mamuju, ketika langkah-langkah tamu mulai berdatangan menuju sebuah rumah di Jalan Husni Thamrin. Di halaman rumah itu, kehangatan terasa sejak awal—sapaan ramah, senyum tulus, dan suasana kekeluargaan yang menyelimuti setiap sudut.

Di tempat itulah H. Irwan Satya Putra Pababari. S.H,. MPT. Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Barat, menggelar buka puasa bersama keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar pada Sabtu (15/3/2026).

Ramadan yang telah memasuki hari ke-25 menjadi momentum yang penuh makna. Bagi Irwan, buka puasa bersama bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga ruang sederhana untuk mempererat tali silaturahmi. Dalam suasana yang hangat itu, masyarakat duduk berdampingan, berbagi cerita, dan menanti waktu berbuka dengan penuh kebersamaan.

Irwan hadir bersama ayahandanya, H. Almalik Pababari, anggota terpilih Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang mewakili daerah pemilihan Sulawesi Barat. Kehadiran keluarga besar dan para kerabat semakin memperkuat nuansa kekeluargaan dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Irwan menyampaikan harapannya agar Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi momen untuk memperdalam makna kebersamaan dan kepedulian.

Semoga di Ramadan yang sudah memasuki hari ke-25 ini kita bisa mengisinya dengan makna yang lebih dalam, mempererat silaturahmi dan memperbanyak kebaikan,” ujarnya.

Ada pula kisah kecil yang membuat momen itu terasa lebih istimewa. Tanggal 25 Ramadan 1447 Hijriah yang dipilih untuk acara tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun sang istri tercinta, Hj. Nirmalasari Aras, S.H., yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Mamuju.

Seolah menjadi doa yang terangkai di penghujung senja, acara itu juga diisi dengan tausiah singkat oleh Ustaz Ashari Rauf. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa Ramadan adalah waktu untuk membersihkan hati, memperkuat iman, dan mempererat persaudaraan.

Menjelang azan Magrib berkumandang, para tamu menundukkan kepala dalam doa bersama. Di antara langit yang mulai temaram dan harapan yang dipanjatkan, suasana terasa begitu khusyuk.

Saat azan akhirnya menggema, hidangan sederhana menjadi saksi bahwa kebersamaan sering kali hadir dalam bentuk yang paling tulus: duduk bersama, berbagi rezeki, dan merayakan Ramadan dengan hati yang penuh syukur.

Di rumah itu, di antara senja dan doa yang terangkat ke langit, kebersamaan menemukan maknanya. hangat, sederhana, dan tak terlupakan.

By Adhie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *