Rangkul Semua Ormas, Pengurus Baru MUI Mamuju Tengah Resmi Dikukuhkan

Sulawesi Barat578 Dilihat

Mamuju Tengah – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mamuju Tengah resmi menggelar Pengukuhan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-3 masa bakti 2025-2030. Acara yang berlangsung khidmat di Aula A Kantor Bupati Mamuju Tengah ini menandai babak baru kepengurusan yang lebih inklusif dan beragam.

Lebih dari 60 pengurus dari unsur dewan pimpinan dan komisi-komisi resmi dikukuhkan oleh Wakil Sekretaris Umum MUI Provinsi Sulawesi Barat, K.H. Syamsumarlin, Lc., M.A. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Mamuju Tengah Dr. Arsal Aras, S.E., M.Si., Wakil Bupati, unsur Forkopimda, serta para pimpinan ormas keagamaan seperti PCNU, Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah, Hidayatullah, dan LDII.

Ketua MUI Mamuju Tengah, Kyai Muda Muhammad Anwar, S.Pd., M.Ag (Kyai Anwar), menegaskan bahwa komposisi kepengurusan kali ini sengaja mengakomodir seluruh perwakilan ormas Islam. Langkah ini diambil demi memperkuat harmonisasi intra umat beragama di bumi Lalla’ Tassisara’.

Menariknya, kepengurusan baru ini tidak hanya diisi oleh ulama dan mubaligh, tetapi juga melibatkan tenaga profesional seperti praktisi kesehatan, ekonom, dan guru.

Soroti Minimnya Juru Sembelih Bersertifikat Jelang Idul Adha

Selain fokus pada keharmonisan ormas, Kyai Anwar membeberkan tantangan nyata yang dihadapi umat Islam di Mamuju Tengah menjelang Hari Raya Kurban. Saat ini, jumlah Juru Sembelih Halal (Juleha) yang mengantongi sertifikat resmi di wilayah tersebut sangat kritis.

“Tenaga ahli juru sembelih yang bersertifikat di Mamuju Tengah masih sangat kurang, hanya dua orang saja. Ini adalah sebuah tantangan keumatan terlebih umat Islam sedang dalam momentum menuju Hari Raya Idul Adha,” ungkap Kyai Anwar.

Merespons masalah ini, MUI Mamuju Tengah bergerak cepat dan menjadwalkan program pembinaan khusus bagi para panitia juru sembelih di tiap-tiap masjid dalam waktu dekat agar proses penyembelihan memenuhi syarat sah secara syariat.

Bupati Minta MUI Saring Narasi Provokatif

Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, menyambut baik wajah baru kepengurusan MUI yang dinilai mencerminkan nilai toleransi sejati. Ia berpesan agar perbedaan pandangan keagamaan tidak dibesar-besarkan demi menjaga stabilitas daerah yang memiliki demografi sangat beragam.

Arsal juga meminta MUI di bawah komando Kyai Anwar untuk proaktif membentengi umat dari paham-paham keliru dan meluruskan informasi yang bisa memicu gesekan.

“Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah akan senantiasa terbuka untuk berdialog dan tentunya memberikan kontribusi lebih setiap agenda yang akan dilakukan, baik agenda perayaan hari besar Islam khususnya maupun umumnya terhadap pembangunan keagamaan umat,” kata Arsal Aras saat membuka rakerda.

Fokus Rakerda: Pernikahan Dini hingga Dakwah Digital

Usai pengukuhan, MUI Mamuju Tengah langsung tancap gas menggelar Rakerda. Terdapat beberapa poin strategis yang dihasilkan untuk menjawab persoalan umat saat ini:

  • Sosial & Hukum: Fokus menekan angka pernikahan di bawah umur dan mengedukasi terkait fenomena perceraian di luar keputusan Pengadilan Agama.

  • Dakwah: Melakukan standardisasi mubaligh agar menyampaikan dakwah dengan bahasa yang santun dan sejuk, serta memperluas jangkauan lewat pengajian online di media sosial.

  • Ekonomi Umat: Memaksimalkan potensi wakaf produktif, zakat pertanian/penghasilan, serta menggenjot sertifikasi halal untuk produk ekonomi masyarakat.

Dengan keterbukaan dan pemanfaatan media sosial secara maksimal, MUI Mamuju Tengah berharap kehadirannya dapat semakin berdampak nyata dan menjadi penyejuk di tengah keberagaman masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *