MBG Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat, Petani Pinrang Kini Panen dengan Kepastian

Nasional554 Dilihat

Pinrang, Nuansainfo.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai memberi dampak nyata bagi masyarakat. Tak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak-anak, program strategis nasional ini juga membuka peluang ekonomi bagi petani, UMKM, peternak hingga nelayan lokal.

Di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, program MBG bahkan mulai menciptakan kepastian pasar bagi petani lokal. Salah satunya terlihat dari panen perdana bawang merah di lahan percontohan yang hasilnya langsung diserap untuk kebutuhan dapur MBG.

Hasil panen tersebut dijual ke SPPG Pekkabata 02 dan SPPG Macorawalie 05 yang menjadi bagian dari rantai pasok program MBG di daerah itu.

Hasilnya kami jual ke SPPG Pekkabata 02 dan SPPG Macorawalie 05, dan itu masih butuh. Sekarang kami tahu apa yang kami tanam ada yang menunggu,” ujar Anwar, salah seorang petani bawang merah.

Bagi para petani, kondisi ini menjadi angin segar. Mereka kini memiliki kepastian pembeli sehingga lebih tenang saat menanam dan memanen hasil pertanian.

Baca Juga: https://nuansainfo.com/koordinator-wilayah-mbg-pinrang-tinjau-petani-pemasok-sppg-pastikan-rantai-pasok-untuk-program-berjalan-baik/

Program MBG di Pinrang juga tidak hanya menyasar petani bawang merah. Pengembangan turut dilakukan terhadap petani sayur dan buah melalui berbagai bantuan penunjang produksi.

Arifain Makkulau, S.H., M.H. mengatakan pihaknya telah membantu pembangunan dua titik sumur bor untuk petani sayur dan buah di lokasi berbeda.

Ada dua lokasi sumur bor yang sudah kita bantu. Ke depan akan kita tambah lagi jika memang dibutuhkan oleh petani,” katanya. disalah satu warkop kabupaten Pinrang, 5/10/2026

Selain sumur bor, pihaknya juga menyiapkan traktor mini yang nantinya dapat digunakan petani guna meningkatkan produktivitas pertanian.

Baca Juga: https://nuansainfo.com/koperasi-desa-katomporang-dilibatkan-dalam-rantai-pasok-mbg-arifain-wujud-penguatan-program-strategis-nasional/

Menurut Arifain, dukungan yang diberikan bukan hanya berupa infrastruktur pertanian, tetapi juga bantuan modal kerja, bibit, pupuk hingga insektisida.

Ini kita lakukan untuk memastikan keberlanjutan dan ekosistem rantai pasok bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, visi besar Presiden Prabowo melalui program MBG adalah memastikan perputaran uang tetap terjadi di daerah sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat kecil.

Dengan pola tersebut, program MBG diharapkan bukan hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Arifain turut menegaskan bahwa MBG bukan program bisnis komersial murni, melainkan program kemanusiaan dan investasi sosial pemerintah untuk masa depan anak-anak Indonesia.

Walaupun melibatkan UMKM, koperasi dan BUMDes sebagai pemasok bahan baku, tujuannya adalah pemberdayaan masyarakat, bukan mengambil keuntungan berlebih,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok MBG menjadi bagian penting dalam membangun ekonomi komunitas berbasis desa.

Jika kolaborasi seperti ini terus berkembang, Pinrang dinilai bisa menjadi contoh bagaimana program pangan nasional mampu menghidupkan ekonomi rakyat kecil secara langsung.

By. Adhie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *