Lautan Warga Sambut Pemkab Mamuju di Sampaga, Ramadan Jadi Momentum Persatuan

mamuju96 Dilihat

Mamuju, nuansainfo.com – Senja di Desa Bunde, Kecamatan Sampaga, datang dengan perlahan. Cahaya matahari yang mulai meredup memantul di halaman Masjid Besar Al-Quba, tempat ribuan warga telah berkumpul sejak sore.

Di pelataran masjid, tikar-tikar terbentang. Warga dari berbagai desa di Kecamatan Sampaga duduk berdampingan menunggu azan magrib. Anak-anak berlarian kecil di antara kerumunan, sementara para orang tua berbincang santai, sesekali menatap langit yang mulai berubah jingga.

Sabtu (10/03/2026) itu bukan sekadar sore biasa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju datang dalam rangka kunjungan kerja Ramadan, menghadirkan sebuah momen yang jarang terjadi: pemimpin dan masyarakat berbuka puasa dalam satu kebersamaan.

Kehadiran rombongan pemerintah yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Jufri Badau, mewakili Bupati Mamuju, disambut hangat oleh masyarakat.

Camat Sampaga, Muhammad Yusuf, yang juga menjabat Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, mengaku bangga melihat antusiasme warga.

“Kebersamaan seperti ini adalah kekuatan besar bagi daerah. Persatuan masyarakat Sampaga menjadi energi penting untuk membangun Mamuju,” ujarnya.

Tak sedikit warga yang rela datang lebih awal hanya untuk merasakan kebersamaan tersebut. Bagi mereka, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang mempererat hubungan antarsesama.

Bantuan yang Membawa Harapan

Menjelang waktu berbuka, kegiatan itu menghadirkan kabar baik bagi masyarakat. Pemkab Mamuju bersama Bank Sulselbar menyerahkan bantuan pembangunan rumah ibadah untuk Kecamatan Sampaga dan Kecamatan Tommo.

Bantuan tersebut berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sulselbar yang diperuntukkan bagi pembinaan keagamaan.

Kepala Bank Sulselbar, Romy Thaha, mengatakan pihaknya ingin turut ambil bagian dalam pembangunan spiritual masyarakat.

“Kami berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan syiar Islam di tengah masyarakat,” katanya.

Bagi warga, bantuan itu bukan sekadar angka atau program. Ia menjadi simbol perhatian dan harapan bagi pembangunan rumah ibadah di daerah mereka.

Malam yang Menyisakan Haru

Saat azan magrib akhirnya berkumandang, ribuan warga serentak mengangkat tangan untuk berdoa. Hidangan sederhana disantap bersama, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Namun kebersamaan itu belum berakhir.

Usai berbuka, warga kembali berkumpul untuk melaksanakan shalat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Hidayatul Muchtar, Dusun Bunde.

Di sela kegiatan tersebut, Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Lalu Muhammad Jongqi Dausat, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan pemerintah dan para mitra.

Suasana sempat menjadi hening ketika Jufri Badau membacakan pesan Bupati Mamuju tentang pentingnya menjaga ukhuwah dan kebersamaan dalam membangun daerah.

Beberapa warga terlihat menunduk khidmat, menyimak setiap kata yang disampaikan.

Malam itu, Kecamatan Sampaga menjadi titik akhir rangkaian kunjungan kerja Ramadan Pemkab Mamuju tahun ini.

Namun bagi warga yang hadir, kebersamaan di halaman masjid itu akan lebih lama dikenang—sebuah malam Ramadan ketika pemimpin dan masyarakat duduk bersama, berbagi cerita, harapan, dan doa untuk masa depan daerah mereka.

By. Adhie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *