oleh

HMS Lantik Pengurus KKMSB Sulteng

-Pasangkayu-72 views

PALU – nuansainfo.com, Dewan Penasehat Pusat Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) Drs H Muhammad Saal (HMS) diberi amanah oleh Ketua KKMSB Asri Anas untuk melantik dan mengukuhkan pengurus DPW KKMSB Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) periode 2019-2024.

Prosesi pelantikan yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi besar Muhammad SAW, dengan tema “Siamasei, Siasayangngi, Sipamala’bi” itu berlangsung di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Minggu (8/3/2020).Acara tersebut, dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulteng Dr H Muh Hidayat Lamakarate MSi mewakili Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola, bersama Staf Ahli Gubernur Sadly L Nusa.
Selain dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pasangkayu, Hj Alwiaty SH, pelantikan tersebut, juga dihadiri salah satu tokoh mandar di Sulteng yang kini menjabat sebagai Kepala Bappeda Sulteng yakni Ir H Hasanuddin Atjo, Msi, bersama pejabat lainnya di Pemkot Kota Palu.


Di jajaran kepengurusan KKMSB Sulteng yang baru saja diambil sumpahnya, yakni diketuai Drs H. Baharuddin HT. Dr Rahmat Bakri, adalah salah satu dosen Hukum di Universitas Tadulako juga ikut dilantik di pengurusan KKMSB kali ini.


Sementara yang menyampaikan hikmah maulid Nabi Muhammad SAW dibawakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu atau mantan Rektor IAIN Sulteng Prof Dr H Zainal Abidin, MAg.Usai pelantikan, HMS menyampaikan beberapa harapan kepada para pengrusu KMSB Sulteng yang baru dilantik. Salah satunya ia berharap agar kehadiran KKMSB di Sulteng dapat berdampak positif terhadap pembangunan daerah di Sulteng.
“KKMSB kita harapkan agar memberikan nilai positif dalam hal kontribusi kemajuan pembangunan di Sulteng,” kata HMS yang juga Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu ini.


Disampaikan bahwa keberadaan KKMBS di Sulteng dipandang sangat penting karena melihat banyak warga rantauan asal tanah Mandar Sulawesi Barat yang sudah menetap tinggal di Palu Sulteng.“Apa yang menjadi tema pada pelantikan kali ini, yakni Siamasei, Siasayangngi, Sipamala’bi harus kita pegang karena ini adalah sebuah pesan spirit dalam kehidupan kita sebagai warga negara,” tandasnya. (aso)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed