Bupati Mamuju Tanggapi Kasus Ibu Melahirkan di Jalan di Desa Kopeang

Sulawesi Barat943 Dilihat

Mamuju – Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, angkat bicara terkait kasus seorang ibu yang melahirkan di jalan di Desa Kopeang, Kecamatan Kalumpang, yang sempat menjadi perhatian publik.

Sutinah menjelaskan, sejak hari pertama kejadian, Pemerintah Kabupaten Mamuju melalui tenaga kesehatan telah bergerak cepat untuk memastikan kondisi ibu dan bayi dalam keadaan baik.

“Sejak hari pertama kami sudah merespons dengan memerintahkan pihak Puskesmas dan bidan desa untuk mendatangi rumah Ibu Ratna yang melahirkan tersebut,” ujar Sutinah saat ditemui di Kantor Bupati Mamuju, Senin (30/03/2026).

Ia menambahkan, sebelumnya tenaga kesehatan, termasuk dokter dan tim puskesmas keliling, telah lebih dulu melakukan pemantauan terhadap kondisi ibu tersebut. Bahkan, perkiraan waktu persalinan telah disampaikan kepada keluarga agar segera menuju fasilitas kesehatan terdekat.

“Sehari sebelum Lebaran, bidan sudah mengingatkan suami Ibu Ratna bahwa waktu persalinan sudah dekat. Namun saat itu keluarga memilih menunggu hingga Lebaran, sehingga kemudian terjadi kondisi tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Mamuju juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Kopeang, Bela, dan wilayah Kalumpang, atas keterbatasan infrastruktur yang masih menjadi kendala.

“Kami menyadari belum maksimal dalam mengintervensi pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Bukan karena tidak ada keinginan, tetapi karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah,” ungkapnya.

Ia berharap, peristiwa ini dapat menjadi perhatian pemerintah pusat untuk memberikan dukungan, terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Kalumpang yang membutuhkan anggaran besar.

“Untuk membangun jalan dan jembatan yang layak di Kopeang dibutuhkan anggaran hingga ratusan miliar rupiah,” tutup Sutinah.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan akses layanan kesehatan dan infrastruktur di wilayah terpencil guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

agus di Kopeang, itu membutuhkan anggaran kurang lebih ratusan miliar,”ucap Sutinah (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *