Aktivis Mamasa Ultimatum Pemegang Proyek RSUD Kondosapata’: Abaikan Pengusaha Lokal, Siap Hadapi Aksi

Sulawesi Barat144 Dilihat

Mamuju, nuansainfo – Aktivis Kabupaten Mamasa, Akbar. memberi ultimatum keras kepada pihak pelaksana proyek pembangunan RSUD Kondosapata’. Proyek strategis yang merupakan hadiah dari Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Mamasa itu kini telah memasuki tahap pembangunan setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh pemerintah daerah beberapa waktu lalu.

Namun, Akbar menegaskan bahwa pembangunan RSUD tersebut tidak boleh hanya menjadi proyek fisik semata tanpa memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal. Mereka menuntut agar tenaga kerja lokal diprioritaskan serta pengusaha lokal dilibatkan dalam penyediaan material dan kebutuhan proyek selama mampu memenuhi standar dan kebutuhan pembangunan. Menurut mereka, anggaran negara yang masuk ke Mamasa harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat setempat, bukan justru hanya menguntungkan pihak luar.

“Kalau masyarakat dan pengusaha lokal mampu menyediakan kebutuhan proyek, lalu kenapa harus diabaikan? Jangan jadikan masyarakat Mamasa hanya penonton di tanahnya sendiri,” tegasnya melalui WhatsApp 8/5/2026

Akbar juga menyinggung potensi pelanggaran terhadap semangat regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah apabila proyek tersebut tidak membuka ruang pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha lokal. Mereka menilai, pembangunan yang menutup akses masyarakat lokal bertentangan dengan prinsip keadilan sosial, pemerataan ekonomi, dan pemberdayaan daerah sebagaimana menjadi tujuan pembangunan nasional. Selain itu, mereka mengingatkan bahwa pemerintah dan pelaksana proyek wajib menjalankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat setempat.

“Jangan sampai proyek yang dibiayai uang negara justru melahirkan ketimpangan dan mematikan pengusaha lokal. Jika ada upaya mengabaikan hak masyarakat lokal secara sistematis, maka itu bukan hanya persoalan moral, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap semangat pembangunan daerah,” lanjutnya.

Akbar menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat lokal akan menjadi perhatian serius sejak awal pembangunan. Mereka bahkan memberi ultimatum kepada pemegang proyek agar tidak mengabaikan aspirasi masyarakat Mamasa.

“Jika masyarakat dan pengusaha lokal tidak dilibatkan, maka lebih baik pemegang proyek angkat kaki dari bumi Kondosapata’. Kami pastikan akan melakukan aksi berjilid dan mengawal proyek ini hingga tidak ada praktik-praktik yang merugikan masyarakat daerah sendiri,” tutupnya.

By. Adhie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *