Mamuju, nuansainfo.com – Kekompakan masyarakat Desa Bela, Kopeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kembali terlihat setiap kali ada warga yang sakit atau meninggal dunia. Tanpa fasilitas ambulans dan akses jalan yang memadai, warga terpaksa bergotong royong mengusung pasien maupun jenazah secara manual menuju titik yang bisa dijangkau kendaraan. Hal ini di sampaikan Irsan tokoh pemuda bela kopeang melalui WhatsApp 11/2/2026

Kondisi ini terjadi karena minimnya sarana dan prasarana serta buruknya akses jalan menuju desa. Jalan yang rusak parah membuat kendaraan sulit melintas, terutama saat kondisi darurat. Situasi tersebut memaksa masyarakat menjadi “ambulans” bagi sesama, demi memastikan warga yang sakit tetap mendapatkan pertolongan medis.
Warga menilai, kondisi ini menjadi bukti belum optimalnya perencanaan dan realisasi program pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Padahal, Desa Bela Kopeang hanya berjarak sekitar 17 kilometer dari ibu kota Kecamatan Tapalang. Namun hingga kini, masyarakat mengaku belum merasakan akses yang layak sebagaimana wilayah lain yang lebih mudah dijangkau.
Irsan menambahkan Harapan masyarakat pun disampaikan secara tegas kepada pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten hingga pusat, agar perbaikan jalan menuju Desa Bela Kopeang menjadi program prioritas. Infrastruktur jalan dinilai sebagai kebutuhan paling mendesak dibandingkan program-program lain.

“Kami sangat membutuhkan perbaikan jalan. Itu yang utama. Akses yang layak akan membuka pelayanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Tanpa jalan yang baik, semua menjadi sulit,” ungkap salah seorang warga.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar Desa Bela Kopeang tidak lagi terisolasi, dan warga dapat merasakan pelayanan yang adil serta pembangunan yang merata.
By Adhie















