Nuansainfo.com, Mamuju – Sarinah DPC GMNI Cabang Mamuju menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Deklarasi Persatuan DPD GMNI Sulawesi Barat yang berlangsung pada 24 April 2026. Momentum ini dinilai sebagai langkah penting dalam mengakhiri fragmentasi organisasi yang telah berlangsung sejak 2019.
Wakil Kepala Bidang Kesarinahan (Wakabit Kesarinahan) Sarinah DPC GMNI Mamuju, Alny Gian Ibo, menegaskan bahwa deklarasi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kembalinya semangat ideologis dan komitmen kolektif kader GMNI dalam memperjuangkan nilai-nilai marhaenisme di tengah dinamika sosial dan politik daerah.
“Persatuan ini adalah jawaban atas kerinduan panjang kader GMNI akan soliditas organisasi. Sejak perpecahan pada 2019, energi kader terpecah. Dengan adanya deklarasi ini, kami melihatnya sebagai titik balik untuk memperkuat kembali peran GMNI, khususnya dalam isu-isu kerakyatan dan perempuan,” ujar Alny.
Sarinah DPC GMNI Mamuju menilai, bersatunya kembali elemen organisasi akan berdampak signifikan terhadap penguatan gerakan advokasi, terutama dalam isu kesetaraan gender, perlindungan perempuan, serta pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Barat.
Sebagai sayap organisasi yang berfokus pada isu perempuan, Sarinah berharap momentum persatuan ini mampu membuka ruang lebih luas bagi kader perempuan GMNI untuk bergerak lebih progresif dan responsif terhadap berbagai persoalan sosial.
Deklarasi Persatuan DPD GMNI Sulawesi Barat sendiri menjadi tonggak baru setelah konflik internal yang berlangsung kurang lebih lima tahun. Dengan berakhirnya perpecahan tersebut, GMNI diharapkan dapat kembali tampil sebagai kekuatan mahasiswa yang solid, kritis, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Di akhir pernyataannya, Sarinah DPC GMNI Mamuju mengajak seluruh kader untuk menjaga komitmen persatuan secara konsisten, tidak hanya dalam struktur organisasi, tetapi juga dalam praksis perjuangan sehari-hari.
“Persatuan bukan hanya deklarasi, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata. GMNI harus naik kelas—tidak hanya besar secara nama, tetapi juga kuat dalam gagasan dan aksi,” tutup Alny.
By. Adhie







