POTENSI INVESTASI DAN PEMBANGUNAN DAERAH HARUS BERORIENTASI PADA PERTUMBUHAN EKONOMI BERKELANJUTAN

Mamuju, nuansainfo.com – Menanggapi berkembangnya polemik terkait rencana investasi tambang LTJ di wilayah Bottengjangan, Muh. Arifain Makkulau, SH., MH menilai bahwa setiap agenda investasi di daerah perlu dilihat secara objektif melalui perspektif pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

Menurut Muh. Arifain Makkulau, daerah seperti Sulawesi Barat masih membutuhkan percepatan pembangunan ekonomi melalui masuknya investasi strategis yang mampu mendorong pertumbuhan sektor-sektor produktif, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan daya beli masyarakat, serta memperluas sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pembangunan daerah tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya penguatan investasi dan pengembangan sektor ekonomi unggulan. Namun investasi yang masuk juga wajib memenuhi prinsip keberlanjutan, transparansi, dan perlindungan terhadap masyarakat serta lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa potensi investasi sektor sumber daya alam apabila dikelola secara profesional dapat memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap ekonomi daerah, mulai dari pertumbuhan UMKM, jasa transportasi, perdagangan lokal, hingga peningkatan kebutuhan tenaga kerja dan pembangunan infrastruktur penunjang.

Lebih lanjut, Muh. Arifain Makkulau menekankan bahwa pemerintah daerah harus mengambil posisi sebagai regulator yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi dan perlindungan masyarakat.

“Yang perlu dibangun adalah model pembangunan yang berkeadilan. Jangan sampai daerah kehilangan peluang ekonomi besar, tetapi jangan pula masyarakat menjadi korban akibat lemahnya pengawasan dan tata kelola,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar setiap proses investasi dilakukan secara terbuka melalui kajian akademik, AMDAL yang komprehensif, serta pelibatan masyarakat secara aktif dalam proses pengambilan keputusan.

Menurutnya, pembangunan ekonomi modern bukan lagi hanya soal eksploitasi sumber daya, tetapi bagaimana daerah mampu menciptakan nilai tambah, hilirisasi industri, dan pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Daerah harus mampu memastikan bahwa setiap investasi memberikan manfaat nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi sektoral, dan pembangunan jangka panjang,” tutup Muh. Arifain Makkulau, SH., MH.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *