Potensi Ekonomi Melimpah, Aktivis Sulbar Muliadi Sebut Tambang Logam Tanah Jarang Bisa Sejahterakan Mamuju

Daerah375 Dilihat

Mamuju, nuansainfo.com – Rencana pengelolaan potensi Logam Tanah Jarang (LTJ) atau Rare Earth Element di kawasan Botteng, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terus menjadi perbincangan hangat. Di tengah dinamika gagasan dan masukan dari berbagai elemen kepemudaan serta mahasiswa, potensi besar ini dinilai dapat menjadi motor penggerak baru bagi perekonomian daerah jika dikelola dengan standar yang tepat.

Aktivis Sulawesi Barat, Muliadi, memberikan pandangannya terkait prospek masa depan daerah ini. Menurutnya, diskursus yang berkembang saat ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap masa depan Mamuju. Ia menekankan bahwa kehadiran investasi LTJ tidak harus dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang emas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah.

“Semua aspirasi, baik dari rekan-rekan mahasiswa, organisasi kepemudaan, maupun tokoh masyarakat, memiliki esensi yang sama, yaitu ingin yang terbaik untuk Mamuju. Namun, kita juga harus melihat sisi optimisme ekonomi yang dibawa oleh komoditas strategis ini,” ujar Muliadi salahsatu warkop di Mamuju, Sabtu (16/5/2026).

Muliadi menjelaskan, LTJ merupakan “harta karun” yang sangat dicari dunia internasional untuk industri teknologi tinggi, mulai dari komponen elektronik hingga energi terbarukan. Jika momentum ini dimanfaatkan dengan baik, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat lokal.

Pengelolaan tambang LTJ yang profesional dan bertanggung jawab secara otomatis akan membuka ribuan lapangan kerja baru untuk putra-putri daerah. Multiplier effect-nya sangat besar, mulai dari sektor UMKM, serapan tenaga kerja, hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nantinya bisa dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan, dan pendidikan yang lebih baik,” tambahnya.

Terkait kekhawatiran mengenai dampak lingkungan dan keselamatan yang sempat disuarakan oleh beberapa pihak, Muliadi menilai hal tersebut dapat dimitigasi dengan penerapan regulasi yang ketat dan teknologi penambangan modern yang ramah lingkungan (green mining).

Ia mengimbau agar pemerintah daerah dan investor duduk bersama melibatkan seluruh elemen, termasuk para aktivis mahasiswa dan tokoh masyarakat, untuk menyusun Amdal yang transparan serta memastikan jaminan keselamatan lingkungan jangka panjang.

Kuncinya adalah pengawasan yang ketat dan transparansi. Kita tidak perlu membenturkan pemikiran antara kemajuan ekonomi dan kelestarian alam. Keduanya bisa berjalan beriringan jika investasi ini dikawal dengan komitmen yang kuat demi kemaslahatan rakyat Mamuju,” pungkas Muliadi.

Dengan tata kelola yang matang dan mitigasi risiko yang komprehensif, proyek LTJ di Botteng diharapkan mampu mengubah wajah perekonomian Mamuju, membawa daerah ini keluar dari ketergantungan fiskal, dan meningkatkan standar hidup masyarakat secara berkelanjutan.

By.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *