Pemprov Sulbar dan DPR RI Perkuat Sinergi Program Pusat–Daerah, Fokus Ketahanan Pangan dan Perikanan

Sulawesi Barat688 Dilihat

Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) menjalin kerja sama dengan Anggota DPR RI Dapil Sulbar, Zulfikar Sihardi, dalam upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam mendukung program pembangunan di daerah.

Pertemuan koordinasi tersebut digelar di lingkungan Pemprov Sulbar dan dipimpin langsung oleh Gubernur Suhardi Duka, serta dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (26/3/2026).

Zulfikar Sihardi mengatakan, koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi pusat dan daerah di tengah kondisi efisiensi anggaran yang berdampak pada sejumlah program pembangunan di daerah.

“Karena kita tahu seluruh daerah di Indonesia mengalami efisiensi, akibatnya ada beberapa program terkendala. Ini yang saya coba koordinasikan ke pusat agar tetap bisa berjalan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun ini terdapat sejumlah program yang akan dibawa ke Sulbar, di antaranya bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih padi, benih jagung, benih udang, benih ikan, serta bibit kelapa.

Selain itu, Zulfikar menambahkan bahwa kondisi ketahanan pangan secara umum masih stabil berdasarkan pantauan stok di Bulog, termasuk komoditas beras, minyak goreng, dan jagung.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulbar, Safaruddin Sanusi, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyebutkan beberapa rencana program tahun 2026, seperti revitalisasi tambak, bantuan kapal katinting, pengembangan tambak ikan, hingga rencana pembangunan pabrik es.

“Tahun 2026 sudah ada gambaran program, termasuk revitalisasi tambak dan penguatan sektor perikanan,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulbar, Suyuti Marzuki, menegaskan bahwa koordinasi dengan DPR RI menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas pangan di Sulbar.

“Stok pangan di Bulog masih cukup hingga satu tahun ke depan, namun ada beberapa komoditas seperti telur yang menjadi perhatian karena tingginya kebutuhan program MBG,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa diperlukan kerja sama lintas sektor, termasuk dukungan BUMD/Perseroda, untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pertemuan ini diharapkan dapat mempercepat masuknya program-program pusat ke Sulawesi Barat serta memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *