oleh

Olah Sampah Jadi Ecobrick, Program Unggulan KKN UIN Alauddin Makassar di Campurjo Polman

Citizen Reporter : Muh Didin Fakhruddin (Mahasiswa KKN UINAIM Angktn Ke-63)

POLMAN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) angkatan ke 63 posko Desa Campurjo melaksanakan kegiatan Seminar Program Kerja di Aula Desa Campurjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman. Rabu (11/03/2020).

Kepala Desa Campurjo Usman, sangat bangga dan mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN UINAM di Campurjo ini.

“Saya berterima kasih atas kehadiran mahasiswa KKN , mudah-mudahan adik-adik dari mahasiswa UIN bisa merealisasikan program-program kerja yang telah dirancang dan semoga nyaman tinggal dan menyelesaikan KKN di desa Campurjo ini,” tuturnya.

Salah seorang Mahasiswa KKN Desa Campurjo, Muhammad Didin memaparkan beberapa program kerja yang akan dilaksanakan selama KKN di Desa Campurjo.

Diantaranya pembina TPA/TPQ, festival anak Sholeh, Sosialisasi Pola hidup bersih dan sehat (PHBS), Sosialisasi penggunaan media sosial.

Adapun yang menjadi program unggulan KKN UINAM di Desa campurjo ini adalah Penyuluhan Pengolahan Sampah Plastik menjadi sebuah ECOBRICK, pengadaan lapak baca/perpustakaan desa, serta praktek memandikan dan mengshalati jenazah.

Selain itu beberapa program tambahan dari masyrakat setempat seperti akan diadakan baksos setiap hari jumat dan itu di laksanakan di setiap dusun agar semuanya tersentuh dusun yang ada di desa Campurjo.

Sementara itu, program usulan masyarakat yang juga akan dilaksanakan seperti pembuatan tempat sampah di setiap depan rumah itu di khususkan warga yang belum ada tempat sampahny di depan rumah.

“Mengingat persoalan sampah masih menjadi masalah utama di dunia maupun di indonesia terkhusus lagi di desa campurjo dan persoalan kurangnya minat baca bagi adik-adik disini sehingga apa yang menjadi usulan dari masyarakat insya Allah bisa kami laksanakan, ” tandasnya.

“Kami mewakili masyrakat kepada 10 orang Mahasiswa UINAIM dari berbagai fakultas melaksanakan KKN di desa ini selama 45 hari agar kiranya waktu yang di berikan dari kampus itu di manfaatkan semaksimal mungkin agar apa yang menjadi tujuan saudara itu bisa tercapai dan berjalan dengan baik,” ungkap salah satu tokoh masyarakat bapak Wiji.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed