Merayakan Kehadiran Bahlil: Spirit Anak Muda untuk Tumbuh dari Gerbang Indonesia Timur

Mamuju, nuansainfo.com – Di antara banyak waktu, banyak agenda, dan banyak pejabat negara yang pernah hadir di Sulawesi Barat, hari ini menjadi momen yang berbeda. Bukan semata karena seorang menteri kembali menginjakkan kakinya di Mamuju, tetapi karena yang datang adalah seorang figur yang punya kedekatan emosional dan historis dengan kami, para kader Himpunan Mahasiswa Islam: Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM RI, sekaligus kader hijau-hitam yang tumbuh dari kultur perjuangan yang sama.

 

Kehadiran Bahlil bukan sekadar urusan protokoler. Beliau hadir sebagai representasi kuat bahwa anak muda dari Timur dan terlebih lagi kader HMI dari Timur bisa mencapai titik strategis dalam ruang nasional. Dalam perjalanan panjang republik ini, tidak banyak tokoh dari kawasan timur yang mampu berdiri tegap di lingkar kepemimpinan pusat tanpa kehilangan identitas kewilayahannya. Bahlil justru membuktikan sebaliknya: bahwa karakter ke-Timur-an, keteguhan, dan militansi kader hijau-hitam bisa berdiri sejajar di meja pengambil keputusan.

 

Bagi kami, para kader HMI Sulawesi Barat, kedatangan beliau melampaui spanduk penyambutan dan formalitas seremoni. Spanduk dapat dicetak rapi, baliho dapat dipasang besar, tetapi spirit yang dibawa oleh seorang kader yang telah menembus pusat kekuasaan itulah yang sulit direplikasi. Itulah yang kami rayakan.

 

Bahlil datang membawa pesan sunyi yang hanya bisa dipahami mereka yang pernah ditempa dalam forum-forum perkaderan: bahwa jalan menuju nasional tidak pernah dibangun oleh privilese, melainkan oleh konsistensi, intelektualitas, dan keberanian untuk melampaui batas. Kehadirannya menyampaikan pesan tak tertulis kepada pemuda Sulawesi Barat terutama kader HMI bahwa ruang nasional bukan sekadar panggung orang Jawa atau pusat, melainkan ruang bersama yang bisa direbut oleh siapa saja yang siap berjuang.

 

Sebagai Ketua Umum BADKO HMI Sulawesi Barat, saya melihat momen hari ini bukan hanya sebagai kunjungan seorang Menteri ESDM, tetapi sebagai tanda lahirnya semangat baru. Bahwa dari gerbang Indonesia Timur, terutama dari tanah Mandar, Mamuju, dan seluruh wilayah Sulbar, anak muda dapat menumbuhkan kembali kepercayaan diri untuk bersaing di tingkat nasional. Kita tidak lagi sekadar ingin diundang dalam percakapan, tetapi ingin berada di meja pembuat keputusan.

 

Kita merayakan kehadiran Bahlil sebagai pengingat bahwa perjalanan kader hijau-hitam tidak pernah berhenti pada forum diskusi kampus. Ia bisa berakhir di kementerian, di parlemen, di ruang strategis kebijakan publik, sepanjang kita menjaga komitmen perjuangan.

 

Dan mungkin, pesan paling kuat dari hari ini adalah:

“Jika seorang kader dari Indonesia Timur seperti Bahlil bisa menembus pusat kekuasaan, maka kader HMI Sulbar juga harus percaya bahwa jalan itu terbuka.”

 

Kehadirannya tidak hanya menyalakan harapan. Ia meneguhkan keyakinan bahwa dari Timur, dari HMI, dari Sulawesi Barat kita bisa hadir sebagai bagian penting dalam arah pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *