Menu Bonnyo & Izin Bolong: DPRD Mamuju Evaluasi Total Program Makan Bergizi.

Mamuju, Nuansainfo.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju menggelar rapat gabungan komisi guna membahas pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (25/2/2026). Rapat ini difokuskan pada evaluasi kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Mamuju.

Langkah evaluasi ini dipicu oleh temuan menu makanan yang tidak layak konsumsi di beberapa sekolah. DPRD menegaskan bahwa kualitas asupan gizi siswa tidak boleh dikompromikan. Sebelumnya, sempat viral laporan mengenai distribusi buah pisang dan salak dalam kondisi rusak atau “bonnyo” kepada siswa.

20 Unit SPPG Beroperasi Tanpa Izin Lengkap

Anggota DPRD Mamuju, H. Sugianto, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 20 unit SPPG yang tetap beroperasi meskipun belum mengantongi izin administrasi yang lengkap. Forum sepakat memberikan dispensasi operasional dengan syarat pihak pengelola segera melengkapi perizinan.

“Kami memberikan kesempatan untuk tetap beroperasi, namun izin harus segera diurus. Di sisi lain, kami meminta pimpinan DPRD bersurat ke Badan Gizi Nasional (BGN) pusat untuk mengevaluasi 20 SPPG yang sudah terlanjur berjalan tanpa izin tersebut,” tegas Sugianto kepada Nuansainfo.com.

Dorong RDP Lanjutan dan Pengawasan Ketat

DPRD Mamuju juga berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan. Rapat tersebut nantinya akan menghadirkan pimpinan yayasan pengelola, mitra dari Kodim dan Kepolisian, serta ahli gizi dari masing-masing SPPG.

Upaya ini dilakukan agar pengawasan program MBG tidak hanya terjebak pada persoalan administratif, tetapi juga menjamin keamanan pangan dan standar gizi bagi para siswa.

OPD Mengaku Kurang Sosialisasi

Dalam rapat tersebut, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memberikan catatan menarik. Perwakilan dari Asisten I, Asisten II, Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Diknaspora Mamuju, senada menyatakan bahwa informasi detail mengenai teknis MBG dan SPPG baru mereka ketahui secara mendalam setelah muncul masalah di media.

Rapat gabungan ini diharapkan menjadi titik balik agar program strategis nasional ini berjalan optimal di Mamuju, tanpa ada lagi kendala kualitas pangan di lapangan.

By Adhie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *