Mamuju, Nuansainfo.com – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat meninjau langsung operasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) milik PT Karampuang Multi Daya (KMD) di Pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju, Rabu (4/2/2026), menyusul keluhan warga terkait layanan listrik yang hanya menyala sekitar empat hingga lima jam per hari.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Kepala Dinas ESDM Sulbar untuk memastikan kondisi teknis pembangkit dan sistem penyaluran listrik ke masyarakat Pulau Karampuang berjalan optimal dan sesuai standar pelayanan.
Ia menjelaskan, hasil pemantauan di lapangan akan menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap kinerja operasional PLTS yang dikelola PT KMD, termasuk aspek teknis, manajemen operasional, hingga keberlanjutan pasokan energi.
Selain evaluasi teknis, Dinas ESDM Sulbar juga mendorong pengelola PLTS melakukan langkah strategis, seperti penambahan kapasitas panel surya serta penjajakan kerja sama dengan PT PLN (Persero), guna menjamin ketersediaan listrik yang lebih andal, aman, dan berkesinambungan bagi masyarakat pulau.
Optimalisasi layanan listrik di wilayah kepulauan dan pedesaan, kata Qamaruddin, sejalan dengan visi pembangunan “Panca Daya” Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, khususnya dalam percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur energi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Kami berharap perusahaan memiliki terobosan nyata untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Komitmen terhadap wilayah usaha ketenagalistrikan yang telah diamanatkan pemerintah harus dijalankan secara konsisten,” tegas Bujaeramy.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memastikan akan terus mengawal peningkatan layanan kelistrikan di Pulau Karampuang agar masyarakat dapat menikmati listrik secara layak sebagai kebutuhan dasar dan penopang aktivitas ekonomi serta sosial. (Rls)










