oleh

Uji Swab Test Di Perpanjang, Arsalin: Buka Peluang Balon Pilkada Majene

NUANSAINFO.COM, MAJENE — Pilkada serentak segera akan di gelar, bakal calon akan melalui beberapa tahapan sebagai syarat untuk bisa mengikuti kontestasi pemilihan kepala daerah 9 Desember 2020.

Seperti halnya, bakal calon di wajibkan melakukan swab test sebagai syarat pendaftaran di KPU yang dikeluarkan IDI wilayah Sulawesi Selatan di gedung Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini di ungkapkan Ketua KPU Majene Arsalin Aras di kantor KPU, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.

Menurutnya, pada tanggal 19 Agustus, pihaknya menerima surat pertama dari IDI Wilayah Sulsel bagi orang yang mendaftar sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Majene untuk melakukan tes kesehatan swab tes.

“KPU Majene terima surat, yang berisi, untuk balon yang mendaftar, di wajibkan untuk dilakukan uji swab”. Rabu, 26 Agustus 2020

Pada hari Senin, tanggal 24 Agustus Balon Ast, Aris dan Lukman melakukan swab tes, dan tanggal 25 tidak ada pendaftar dari Majene.

Namun, Arsalin mengungkapkan pihaknya menerima surat susulan tembusan dari IDI Wilayah Sulsel perpanjangan waktu swab test.

“Kemarin siang, kami menerima surat dari IDI Sulsel lagi, bahwa uji swab itu diperpanjang yang tadinya berakhir pada tanggal 25 ditambah waktu sampai tanggal 27 besok”. Ungkapnya kepada wartawan

lebih lanjut Arsalin menjelaskan, Sehingga siapapun yang ingin maju sebagai bakal calon, itu masih di mungkinkan untuk uji swab di tanggal 26 dan 27 Agustus, hari ini dan besok, tapi dengan catatan ada surat pengantar dari KPU Kabupaten Majene, stempel IDI Sulsel karena itu akan dijadikan dasar untuk dilakukan swab di BBLK Makassar.

Uji swab bagi bakal calon kepala daerah wajib dilakukan karena menjadi syarat dari IDI, dan sangat di perhatikan untuk balon kepala daerah untuk melakukan swab.

Jadi, kalau salah seorang hasilnya swab positif, maka akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari, pasca keluarnya pengumuman. Misalnya keluarnya pengumuman tanggal 28 agustus.

“Maka 14 setelah itu, itu tepatnya tanggal 10 dan 11 September 2020, itu adalah masa pendaftaran bagi bakal calon. Artinya tgl 10 dan 11 september ini, peluang terbuka untuk balon untuk mendaftar, karena setelah 14 hari pengumuman, dan memang pas hari itu batas waktunya”. Harapnya

“Kemudian, Kalau ada salah satu dari mereka.yang positif, kami menunggu penjelasan dan rekomendasi dari IDI, karena itu kewenangan mereka untuk mengeluarkan rekomendasi, selanjutnya di kirim ke KPU kabupaten, dan kami tidak mau berpspekulasi terkait hal itu.” Jelasnya

Sementara itu, Pendaftaran bakal calon kepala daerah, akan dimulai pada tanggal 4 – 6 september 2020 dan itu dilakukan secara serentak seluruh Indonesia, berdasarkan PKPU tahun 2020.(IQ)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed