oleh

Tersangka Korupsi Program Diknas Provinsi Diamankan Kejati Sulbar

Mamuju, nuansainfo.com — Team Intelijen Kejati Sulbar bersama Intelijen Kejari Polman berhasil menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) terpidana RUSPAHRI.

Hal itu diketahui melalui rilis akun facebook Kejaksaan tinggi Sulbar kemarin. Selasa, 29 September 2020 sekitar jam 09.00 Wita.

Dalam rilisnya, penangkapan itu terjadi di pulau kerayaan desa Kerayaan Selatan kecamatan Pulau Laut Kepulauan kabupaten Kota Baru Provinsi Kalimantan Selatan dengan bantuan masyarakat di desa tersebut.

Sebelumnya, Penangkapan DPO berhasil terlaksana setelah dilakukan pengintaian selama 4 (empat) hari, hal mana DPO selaku Ketua PKBM Ar-Rahmat dalam menyelenggarakan kegiatan keaksaraan yang diprogramkan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat pada Tahun 2012.

Setelah penangkapan tersangka kasus korupsi Dana program dinas pendidikan provinsi Sulawesi Barat di Pulau Laut, kepulauan Kota Baru.(Foto/Ist)

Kegiatan itu adalah dana hibah dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat sebesar Rp. 424.000.000,- (empat ratus dua puluh empat juta rupiah) selanjutnya terpidana melakukan penyalahgunaan dana tersebut dengan cara tidak melaksanakan kegiatan berdasarkan naskah perjanjian hibah daerah dan tidak menyalurkan dana tersebut.

Sehingga tersangka telah merugikan keuangan Negara sebesar Rp. 270.250.000,- (dua ratus tujuh puluh juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) atas perbuatan Terdakwa RUSPAHRI tersebut

Terdakwa diputus bersalah oleh Majelis Hakim Tipikor dan harus dihukum penjara selama 4 (empat) tahun denda sebesar Rp. 50.000.000,- (lima Puluh juta rupiah) subs. 6 (enam) bulan, membayar uang pengganti sebesar Rp. 270.250.000 (dua ratus tujuh puluh juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) subs. 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Mamuju No. 13/Pid.Sus/2018/PN.Mam tanggal 12 Desember 2018.

Kemudian, sidang yang dilakukan terhadap terpidana RUSPAHRI tidak dapat dihadirkan dipersidangan (persidangan dilakukan secata in absensia) oleh karena terpidana melarikan diri sejak November 2017.(Rls)

Sumber: Humas Kejati sulbar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed