oleh

Teka Teki Tewasnya Demas Laira

NUANSAINFO.COM, SULBAR — Seorang wartawan Demas Laira (28) yang tewas di Dusun Salubijau, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa sebelum nyawanya direnggut maut, sempat teriak minta tolong. Hal itu disampaikan langsung dua orang saksi saat dimintai keterangan oleh pihak polres Mateng.

Dua orang saksi berinisial “PD” (25) dan “MD” (35) pada saat keduanya berada dikebun masing-masing berjarak 150-200 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami sempat mendengar suara teriakan minta tolong” Katanya.

Namun, dari keterangan kedua saksi tidak menjelaskan apa yang dilakukan setelah mendengar suara teriakan “minta tolong” itu. Malah yang pertama menemukan korban tergeletak diatas aspal jalan poros Mateng – Pasangkayu, Provinsi Sulawesi barat adalah seorang sopir truk yang melintas dari utara yang akan menuju ke selatan (Makassar).

Sehingga, supir truk itu langsung melaporkan ke polsek terdekat kecamatan Karossa “Ada korban kecelakaan yang kami temukan terkapar di dusun Salubijau”. sontak pihak polsek Karossa langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan dilakukan autopsi bersama anggota polres Mateng.

“Awalnya kami kira korban kecelakaan lalulintas (Laka lantas), tapi kami melihat ada beberapa tusukan benda tajam (8) yang dibagian tubuh ‘Ketiak’ dan Dada”. Kata Agung

Dari olah TKP, yang dilakukan pihak polres mateng, di lokasi wartawan ditemukan mendapati beberapa barang bukti seperti kartu identitas serta sepatu sebelah kanan yang belum kami tahu pemiliknya. Selain itu, pihak polres mateng belum menemukan telpon genggam milik korban dan masih melakukan penyidikan lebih lanjut.

Padahal, jasad korban Demas laira sudah di auotopsi dan sudah dilakukan penyerahan kepada keluarga korban untuk disemayamkan di rumah duka, Dusun Marga Mulya, Desa Bambadaru, Kecamatan Tobadak, kabupaten Mateng.

sebelumnya, kabarnya korban dikenal adalah salah seorang wartawan yang aktif mengkritisi beberapa kejadian di daerah terkait pembangunan pemerintah semisal “Jalan di Desa Palongaan dan Batuparigi Dibiarkan Rusak Parah, Kepala Desa: Ini Jalan Kabupaten” yang langsung dikirim langsung ke media sulawesion.com tempat dimana korban terdaftar sebagai wartawan.

Dilansir dari beberapa media, Supardi Pimpinan redaksi Sulawesion.com, tak menampik bahwa korban Demas sering mengirim berita di daerah yang mengkritisi pembangunan tidak sesuai pengharapan masyarakat setempat.

“Beberapa pekan terakhir, korban Demas memang sempat kirim berita yang merangkum beberapa pendapat masyarakat terkait kondisi pembangunan”. Kuncinya

Demas diketahui berangkat ke Kota Palu Sulawesi tengah (Sulteng) dan tinggal di rumah saudara ibunya.(IQ)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed