oleh

Proses Belajar Tatap Muka, Pemkab Majene Menunggu Vaksin Covid-19

MAJENE,NUANSAINFO.COM — Tindaklanjut dari rapat koordinasi (Rakor) Pemkab Majene sebelumnya terkait belajar tatap muka menyimpulkan, sambil menunggu datangnya vaksin Covid-19, proses belajar tatap muka di Kabupaten Majene ditiadakan.

Artinya, metode pembelajaran dilakukan tetap secara daring bagi daerah yang punya jaringan atau signal, namun yang tidak punya signal melakukan guru keliling, seperti yang dilakukan selama ini dan tempatnya menyesuaikan kondisi daerah masing-masing, namun semua sekolah tetap dibuka seperti biasa.

Hal ini berlaku untuk semua tingkatan sekolah yang ada di Kabupaten Majene dan selanjutnya akan dikeluarkan kembali Surat Edaran Bupati Majene terkait hasil kesepakatan antar pihak terkait.

Dalam Rakor yang digelar di Ruang Rapat Wakil Bupati Majene, Senin (4/1/2021) dihadiri oleh Plt Bupati Majene, Lukman Nurman, Dandim 1401 Majene, Letkol Inf Yudi Rombe, Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji, Kajari Majene, Nursurya, Pjs. Sekda Andi Masriadi Nadi Atjo, Kadis Pendidikan Kabupaten Majene, Iskandar, Kepala BPBD, Ilhamsyah Dj, Kadis Kesehatan, Rakhmat Malik, Kasatpol PP, Zainal Arifin, Kabag. Prokompim, Abd Watip, Kabag Organisasi, Afiat Mulwan, Ketua MKKS SMK/SMA, Koordinator Pengawas Sekolah dan Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Majene.

Kadis Pendidikan, Iskandar mengatakan, kewenanangan pembukaan kelas tatap muka ada di Pemda. “Kami dari Dinas Pendidikan sudah menyiapkan daftar periksa dari semua kecamatan, sampai sejauh mana kesiapan pembelajaran tatap muka. PKM juga berhak melakukan pengamatan terhadap kesiapan dalam bentuk daftar bilik dalam hal pengamatan perilaku,” paparnya.

Pada tempat sama, Koordinator Pengawas sekolah menyebut, dibeberapa tingkat pendidikan yang selama ini melaksanakan pembelajaran jarak jauh masih sedikit sekolah yang sanggup melaksnakannya, termasuk guru keliling juga dianggap rentan terhadap penyebaran virus Covid-19.

Menurutnya, ada 14 indikator yang dalam daftar isian yang dikeluarkan oleh Mendikbud, dan tidak semua sekolah sanggup melaksnakan.

Berbeda dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Rakhmat Malik. Ia mengatakan, bagi daerah zona merah dianggap belum bisa tatap muka. “Kalau memang pada saat ini sudah bisa mulai belajar tatap muka di daerah Tubo dan Tammero’do yang dianggap zero kasus, sebaiknya tidak langsung belajar mengajar dulu dalam kelas, namun lebih baik melakukan sosialisasi protokol kesehatan dalam kelas dan lingkup sekolah,” saran Rakhmat Malik.(Adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed