oleh

Positif Covid-19 Meningkat, Pemda Majene Rencanakan Pengadaan PCR

MAJENE, NUANSAINFO.COM — Pemerintah Daerah (Pemda) Majene merencanakan akan melakukan pengadaan alat PCR (polymerase chain reaction) agar hasil swab dapat cepat diketahui. Hal ini dilakukan, karena saat ini angka pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat terus mengalami kenaikan. 

Rencana yang akan dilakukan, sesuai dengan hasil rapat koordinasi yang dilaksanakan antara Pemda dalam hal ini Satgas Covid-19 Majene, pihak Legislatif Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Majene beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya, Selasa malam, 13 januari 2020 di Ruang Pola Kantor Bupati.

Menurut Lukman, pelaksana tugas (Plt) Bupati Majene, saat ini angka pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Majene terus mengalami penambahan. Sehingga sejak beberapa hari sebelumnya terus dilakukan pertemuan yang membahas tentang langkah ke depannya dalam hal pencegahan penularan covid-19 di Majene.

Foto rapat rencana PCR di ruang pola kantor Bupati Majene. Selasa, 12 januari 2021.(Ist)

Dan dari pertemuan yang dilakukan ujar Lukman, salah satu hal paling penting yang dibicarakan menjadi rencana ke depan adalah pengadaan PCR di Majene.

“Menjadi keterbatasan kami, ketika tes swab dilakukan dan hasil swab itu cukup lama diketahui. Sementara penanganan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene dan Puskesmas harus secepatnya dilakukan, maka solusinya adalah pengadaan PCR,” jelas Lukman kepada awak media usai Rakor.

Lebih jauh Plt Bupati itu menjelaskan, jika pengadaan alat PCR direncanakan dalam bentuk penyewaan. Dan hari ini direncakan akan melakukan komunikasi ke pihak ketiga, penyedia PCR tersebut.

“Kalau masalah kesiapan anggaran itu kami belum tau, yang jelasnya kita akan  melakukan koordinasi terlebih dulu, nanti setelah koordinasi kita ketahui,” tambahnya.

Selain itu, salah satu yang menjadi poin penting juga dalam rapat kata Lukman, adalah penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19 yang wajib dilakukan masyarakat. “Kalau untuk sanksi belum bisa kami sampaikan, karena akan dicari payung hukumnya dulu, yang jelasnya kami harapkan masyarakat semakin sadar untuk proses, utamanya memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan serta dengan adanya PCR nanti masalah terkait hasil swab dapat sedikit teratasi,” tutup Lukman. (Red/Adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed