Mamuju, nuansainfo.com – Koordinator Pemerhati Sulawesi Barat, Supriadi, menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tetap dijalankan pada momentum Hari Raya Idul Fitri maupun pasca cuti Lebaran. Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi menjadi pemborosan anggaran negara.
Menurut Supriadi, pada momentum Idul Fitri masyarakat, khususnya di Sulawesi, memiliki tradisi menyajikan berbagai menu makanan yang lezat dan bergizi untuk menyambut keluarga maupun tamu yang datang bersilaturahmi. Karena itu, keberadaan program MBG pada waktu tersebut dianggap tidak relevan dengan kondisi sosial masyarakat.
“Pada perayaan Idul Fitri, hampir seluruh keluarga Muslim menyiapkan berbagai hidangan terbaik untuk keluarga dan masyarakat yang datang bersilaturahmi. Dalam kondisi seperti ini, penyaluran program Makan Bergizi Gratis justru tidak tepat sasaran,” ujar Supriadi dalam keterangannya.
Ia bahkan menilai jika program tersebut tetap dijalankan pada momentum hari raya, maka berpotensi hanya menjadi pemborosan anggaran. Apalagi menurutnya, anggaran program MBG yang digelontorkan pemerintah nilainya sangat besar.
“Jika dipaksakan tetap berjalan pada momentum tersebut, maka anggaran MBG yang nilainya sangat besar—bahkan disebut mencapai ratusan miliar rupiah per hari—berpotensi menjadi mubazir karena masyarakat pada hari raya sudah memiliki makanan yang cukup bahkan berlimpah,” tegasnya.
Supriadi meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap pola penyaluran program MBG agar lebih menyesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat di daerah, khususnya di wilayah yang mayoritas penduduknya merayakan hari besar keagamaan dengan tradisi penyediaan makanan secara mandiri.
Sementara itu, pihak pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) telah menetapkan mekanisme khusus penyaluran MBG selama periode Ramadan dan Idul Fitri. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa selama masa cuti bersama Lebaran, penyaluran MBG memang tidak dilakukan secara langsung setiap hari.
Sebagai gantinya, distribusi dilakukan lebih awal dengan sistem paket bundling yang dibagikan pada hari terakhir sebelum libur. Paket tersebut berisi beberapa porsi makanan sehat untuk kebutuhan beberapa hari selama periode libur.
BGN juga menegaskan bahwa program MBG tidak dihentikan setelah Idul Fitri. Pemerintah memastikan program tersebut tetap berjalan dan bahkan akan diperluas cakupannya setelah Lebaran untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai daerah.
Meski demikian, Supriadi berharap pemerintah tetap membuka ruang evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut agar penggunaan anggaran negara benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
By Adhie







