oleh

Pejabat Publik Salah Gunakan ‘BLT’ Naik Sidik

MAMUJU, NUANSAINFO.COM — Setelah gakkumdu menetapkan salah seorang pejabat publik menjadi tersangka di kabupaten Mamuju, yang diduga melakukan penyalahgunaan bantuan langsung tunai (BLT), Mapolresta Mamuju melakukan penyidikan.

Kasus tersangka yang naik ke tahap penyidikan, diduga dilakukan sebagai kepentingan politik di pemilihan kepala daerah kabupaten Mamuju.

Dilansir dari media editorial9.com, kasat reskrim Akp. Rubertus Roedjito mengatakan, ia hanya diberikan batas waktu selama 14 hari untuk memproses terduga.

“Kami sudah melakukan pemanggilan, tapi belum dijawab, mungkin besok sudah ada”. Katanya. Rabu, 4 november 2020.

Ia juga mengungkapkan, kalau dalam masa penyidikan, lalu ditemukan tersangka baru.

“Tentunya, itu tergantung pada hasil penyidikan yang akan dilakukan terhadap tersangka sekarang, tapi ada kemungkinan tidak sendiri”. Ungkapnya kepada wartawan

Akibat dari perbuatan tersangka, ia dikenakan pasal 188 undang – undang nomor 1 tahun 2015, sebagaimana mengalami perubahan menjadi undang – undang nomor 10 tahun 2016. Dan sebagai peraturan pengganti undang – undang nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati dan walikota.

“Ancaman hukuman yang akan dikenakan tersangka paling singkat 1 bulan dan 6 bulan penjara dan denda paling sedikit Rp. 600.000, atau paling banyak Rp. 6.000.000. Tutup Kasat reskrim Mapolres Mamuju.(MP/IQ)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed