oleh

Maksimalkan Pendidikan Dimasa Pandemi, Disdikpora Majene Libatkan Guru Penggerak

MAJENE,NUANSAINFO.COM — Tiga program yang dijalankan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene untuk menunjang proses penyelenggaraan pendidikan di tengah pandemi Covid-19.

Tiga program itu menurut Kepala Disdikpora Majene, Ir. Iskandar adalah pembentukan guru penggerak, sekolah penggerak serta organisasi penggerak.

“Semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan ikut terlibat. Titik berat dari semua itu adalah untuk memaksimalkan proses pembelajaran di masa penyelenggaraan tengah pandemi Covid-19,” jelas Iskandar saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Jum’at, 16 april 2021

Menurutnya, guru penggerak adalah program kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Yang meliputi pelatihan dalam jaringan (Daring), konferensi, lokakarya dan pendampingan selama beberapa bulan.

“Jadi itu guru diberikan kompetensi untuk memaksimalkan juga pembelajaran. Digali kemampuan masing – masing guru dan pihak sekolah dan saat ini masih sementara berjalan,” ucap Iskandar.

Sementara untuk sekolah penggerak lanjut Kepala Dinas tersebut, digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Februari 2021 lalu melalui rapat di Makassar menggali potensi – potensi sekolah – sekolah yang ada di daerah.

“Biasanya penetapan sekolah penggerak langsung ditetapkan dari Pusat. Tapi ini tidak, melainkan penentuan sekolah penggerak ditentukan dengan kemampuan daerah.
Seperti respon pemerintah kabupaten untuk serius menyelenggarakan pendidikan,” tambah Iskandar.

Untuk organisasi penggerak kata Iskandar adalah organisasi mitra Kementrian Pendidikan yang ikut membantu dalam proses pembelajaran di masa penyelenggaraan pendidikan tengah pandemi Covid-19. Dengan menurunkan sumber daya manusia selain tenaga pendidik dari tenaga kependidikan. Seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

“Diharapkan dengan adanya 3 program ini dapat membantu menunjang proses penyelenggaraan pendidikan di tengah pandemi Covid-19 sehingga semua berjalan lancar. Sementara untuk sekolah penggerak dapat menjadi replikasi bagi sekolah lain,” tutupnya. (Adventorial)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed