oleh

Majene Jadi Penyelenggara Sekolah Penggerak di Sulbar

MAJENE,NUANSAINFO.COM — Kabupaten Majene menjadi satu – satunya kabupaten di Sulawesi Barat (Sulbar) yang ditunjuk sebagai penyelenggaraan sekolah penggerak.

Sekolah penggerak adalah program kolaborasi antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan pemerintah daerah yang diharapkan dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan di daerah, utamanya tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene, Ir. Iskandar, penetapan Kab. Majene sebagai penyelenggara sekolah penggerak di Sulbar tidak lepas dari keseriusan Pemerintah Daerah Majene dalam melaksanakan pendidikan.

“Jadi selain memang komitmen yang baik dari Pemda yang diawali dengan adanya kerja sama (MoU) kesepahaman bersama antara Kemendikbud dengan bupati tentang kesiapan penyelenggaraan sekolah penggerak. Juga mengingat Majene adalah kabupaten di Sulbar yang menjadi Pusat Pelayanan Pendidikan,” jelas Iskandar saat ditemui di ruang kerjanya. Jum,at, 16 april 2021.

Menurutnya, dalam program sekolah penggerak ini adalah satu program yang holistik, mulai dari SDM proses pembelajaran, perencanaan belajar, penggunaan teknologi dan juga pendampingan pemerintah daerah.

“Seluruh jenjang pendidikan ditetapkan sebagai sekolah penggerak. Dan di Sulbar, mulai PAUD, SD, SMP, SMA, SMK serta Sekolah Luar Biasa (SLB) semua di Majene dilaksanakan,” tandas Iskandar.

Lanjutnya, sekolah penggerak ini akan dibina selama kurang lebih 3 tahun oleh Kemendikbud dengan pendampingan Pemda setelah itu
melanjutkan upaya transformasi secara mandiri.

“Ini memang dituntut agar bagaimana menciptakan sumber daya manusia mulai dari kepala sekolah, pengawas dan pemangku – pemangku kepentingan yang ada lingkungan sekolah. Sekolah penggerak mengelola sekolah dengan merancang operasional berbasis data yang ujung – ujungnya nanti tercipta digitalisasi sekolah di sekolah penggerak,” ungkapnya.

Kata kepala  dinas tersebut untuk Majene, sasarannya 3 PAUD, 10 SD, 5 SMP, 2 SMA, 2 SMK dan 2 SLB. Sementara dalam pelaksanaan seleksi nanti penetapannya pada bulan Mei.

“Saat ini semua kepala sekolah ikut seleksi dan penyeleksiannya nanti melalui asesmen  menggunakan link Kemendikbud lewat dalam jaringan. Jadi digali kemampuan masing – masing guru dan pihak sekolah. Dan saat ini masih sementara berjalan,” ujar Iskandar.

Ia pun berharap, dengan terbentuknya nanti sekolah penggerak di Majene dapat menjadi replikasi bagi sekolah lainnya, tidak hanya untuk lingkup Majene tapi juga di seluruh kabupaten yang ada di Sulbar. Sehingga penyelenggaraan pendidikan dapat berjalan lancar kembali. (Adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed