Mamuju, nuansainfo.com – Konferensi Cabang (Konfercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju yang ke-XIII dilaksanakan di Aula Kantor Kanwil Kemenag Sulbar Jl. Abdul Malik Pattana Endeng Kec. Simboro Dan Kepulauan, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, 15/1/2026.
Kegiatan tersebut bertemakan “Positioning PMII Mamuju, Sebagai Pemimping Mulytisektor, Di Tengah Dinamika Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” dibuka secara langsung oleh pendiri PMII Cabang Mamuju Suardi Mappeabang
Pada sambutannya, Suardi Mappeabang menceritakan sejarah PMII Cabang Mamuju dan mengingatkan kader tentang menjaga Prinsip senioritas sambil menuntut akuntabilitas pejabat publik.
Sejarah lahirnya PMII di Mamuju mengikuti sejarah nasional PMII yang didirikan 17 April 1960 di Surabaya sebagai wadah mahasiswa NU, PMII Mamuju terbentuk seiring dengan perkembangan PMII nasional dan menjadi bagian dari kaderisasi mahasiswa Nahdliyin di wilayah Sulawesi Barat, dengan peran vital dalam mengkonsolidasi intelektual muda NU berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah di kampus-kampus lokal
Lanjut” Kader PMII Mamuju harus Menghormati senior-nya karna hal ini adalah bagian dari budaya ketimuran yang baik yang di tanamkan di setiap kader, namun loyalitas tertinggi pejabat publik harus diberikan kepada hukum dan kepentingan rakyat, bukan kepada personal senior di lingkungan kerjanya, sehingga kader PMII tetap meneriakkan dan menegakkan keadilan walaupun itu senior karena hal tersebut merupakan instrumen penting demokrasi yang berfungsi sebagai kontrol sosial terhadap kekuasaan. Senior tetap senior tapi fungsinya sebagai pejabat publik harus di pertanggungjawabankan” Ujarnya
Setelah kegiatan pembukaan Konfercab PMII Cabang Mamuju yang Ke-XIII dilanjutkan beberapa kegiatan Sidang Pleno.







