Ketua PMII Komisariat Unika Mamuju M.Defry.S: Silaturahim Polresta Mamuju Sebagai Upaya Pengenalan Lebih Dekat Antara Ketua-Ketua OKP, Organda, BEM dan HMJ, Bukan Pengakuan Kesalahan.

Sulawesi Barat24 Dilihat

Mamuju, nuansainfo.com – Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi menggelar silaturahim dan dialog terbuka bersama Kapolres Mamuju, yang dihadiri beberapa ketua-ketua OKP dan BEM, HMJ, sebagai upaya membangun ruang dialog. Hal ini disampaikan ketua PMII Komisariat Unika Mamuju M.Defry.S, melalui WhatsApp

Pertemuan tersebut fokus pada persoalan yang terjadi pada saat aksi solidaritas, terutama evaluasi penanganan aksi unjuk rasa yang sebelumnya berlangsung di wilayah kabupaten Mamuju provinsi Sulawesi Barat.

Dalam dialog itu, sejumlah isu krusial muncul ke permukaan, mulai dari dugaan tindakan represif aparat kepolisian, adanya korban baik dari pihak kepolisian maupun massa aksi, hingga polemik larangan pembakaran ban saat melakukan aksi unjuk rasa, Seluruh persoalan dibahas secara terbuka dengan prinsip saling mendengar dan klarifikasi.

M.Defry.S, Ketua PMII Komisariat Unika Mamuju salah satu dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi, menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukanlah forum pengakuan kesalahan atau permintaan maaf dari mahasiswa. Mereka meluruskan narasi yang berkembang di ruang publik yang seolah-olah membenarkan mahasiswa datang untuk mengakui kesalahan.

“Pertemuan ini adalah ruang dialog dan kritik bersama, sebagai upaya mengevaluasi diri masing-masing, baik dari mahasiswa maupun kepolisian, bukan ruang penindasan atau permintaan maaf. Narasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta pertemuan”, ujar Ketua PMII Komisariat Unika.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolresta Mamuju menegaskan bahwa kepolisian tidak pernah melarang penyampaian pendapat di muka umum. Namun demikian, ia menekankan pentingnya komunikasi sesama massa aksi dan pengamanan aksi dan upaya pencegahan agar aksi tidak menimbulkan gangguan terhadap ketertiban umum.

“Kami tidak pernah melarang masyarakat maupun mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Yang kami dorong adalah dialog sejak awal agar tidak terjadi gangguan kamtibmas. Pintu Polres selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin berdialog,” ujar Kapolresta Mamuju.

Selain daripada itu, KETUA PMII Komisariat Unika, tetap menyampaikan sikap kritikan terhadap cara penanganan aksi, yang dinilai masih ada tindakan REPRESIF oleh aparat kepolisian pada saat pengawalan aksi unjuk rasa. Dalam forum tersebut,

Ketua PMII Komisariat Unika, M.DEFRY.S, secara blak-blakan menyampaikan kritik keras kepada bapak Kapolresta Mamuju, agar segera evaluasi seluruh aparat pengamanan Aksi dilapangan, supaya tidak ada lagi korban selanjutnya, tegas ketua PMII Komisariat Unika dalam melakukan pertemuan silaturahmi tersebut.

By Adhie 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *