Polewali Mandar, nuansainfo.com – Ahmad Zaki Al Mahdali, Wakil Sekretaris Bidang Kerohanian DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Barat, menegaskan pentingnya penguatan manajemen kebencanaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, baik yang disebabkan faktor alam maupun non-alam.
Menurutnya, bencana merupakan peristiwa yang mengancam kehidupan masyarakat dan tidak dapat dipastikan kapan akan terjadi. Namun demikian, ilmu pengetahuan dan pengalaman dapat menjadi dasar untuk meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan.
“Dalam konteks kebencanaan, kita mengenal istilah disaster management atau manajemen kebencanaan, yakni metode sistematis dalam mengelola risiko melalui upaya mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan (recovery). Ini menjadi tanggung jawab pemerintah dalam menyusun perencanaan sekaligus pengelolaan anggaran kebencanaan,” ujarnya. via Whatsapp 2/3/3036
Ia menambahkan, meski bencana sulit dihindari, upaya menekan risiko dan dampaknya tetap dapat dilakukan melalui kebijakan yang tepat dan terarah. Penanganan bencana bukan hanya soal penyembuhan luka fisik dan trauma mental, tetapi juga tentang bagaimana mengembalikan ekosistem kehidupan masyarakat seperti sediakala.
Menanggapi peristiwa kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu dan menghanguskan sedikitnya 30 rumah warga, Zaki menilai kejadian tersebut harus menjadi refleksi bersama. Rendahnya pemahaman masyarakat terkait mitigasi dan kesiapsiagaan, ditambah keterbatasan fasilitas proteksi seperti jarak pos pemadam kebakaran yang cukup jauh dari lokasi, dinilai menjadi faktor yang memperbesar dampak kerugian dalam waktu singkat.
Saat ini, penanganan masih berada pada tahap tanggap darurat dan dijadwalkan berlangsung hingga tanggal 7 sesuai informasi BPMPD. Ia menegaskan, masa tanggap darurat tidak boleh terlalu lama agar masyarakat tidak terjebak dalam ketergantungan bantuan.
Menurutnya, langkah berikut yang tak kalah penting adalah memasuki tahap pemulihan melalui rehabilitasi dan rekonstruksi. Tahap inilah yang menjadi kunci untuk benar-benar “kembali hidup setelah bencana”.
“Kita berharap para korban bisa kembali beraktivitas seperti biasa, hidup bersama keluarga dengan layak, serta membangun kembali kehidupan rumah tangganya,” tutupnya.
By Adhie







