oleh

Keluarga Pasien Covid-19, Tidak Ada Bantuan Pemda

NUANSAINFO.COM, MAJENE – Keluarga korban positif covid-19 tidak dapat bantuan dari pemerintah daerah. Mursalin anggaran bantuan tidak ada. Kamis, 21 Agustus 2020.

“Kami sudah melakukan komunikasi ke pemerintah kecamatan, kabupaten yakni Jubir tim gugus covid-19, dia mengatakan anggarannya sudah habis”. Katanya saat dikonfirmasi wartawan.

Sebelumnya, kasus positif covid-19 dialami salah seorang warga inisial “AA” (17) beralamat lingkungan Apoleang selatan, Kelurahan Mosso dhua, profesi sebagai seorang pelajar disalah satu pesantren yang ada di Polman.

Diketahui, korban positif covid-19 saat hendak mau kembali ke sekolahnya (Pesantren), dia ke puskesmas I untuk melakukan tes. Namun, hasilnya positif swab covid-19.

Dengan itu, pihak tim covid-19 dari puskesmas sendana I melakukan penjemputan pasien di rumah korban dan dibawa langsung ke LPMP untuk dilakukan isolasi mandiri.

Sementara itu, Tim gugus covid-19 kabupaten Majene melalui sekertaris mengatakan, diawal pihaknya memang tidak menganggarkan bantuan keluarga korban yang positif swab covid-19.

“Tidak ada memang dalam RKA kami di daerah bantuan keluarga pasien, biasanya provinsi ji yang ada”. Kata Ilhamsyah saat dikonfirmasi wartawan.

Namun, lebih lanjut Ilham mengungkapkan, meskipun tidak ada dari kabupaten, pihaknya akan tetap mengupayakan memberikan bantuan ke keluarga korban.

“Kami sudah komunikasikan ke dinsos, untuk dibantu keluarganya tapi semacam sembako, akan tetapi kami belum tahu pasti kapan di distribusikan”. Ungkapnya

Sekedar diketahui, keluarga korban positif covid-19, mendapatkan bantuan sembako dari komunitas “Tho Shoba”.(*)

Penulis: Nuansainfo.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed