Mamuju, nuansainfo.com – Ketua Aliansi Pemerhati Sulawesi Barat secara resmi melaporkan dugaan perambahan dan praktik jual beli ilegal kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) ke Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum LHK) Sulawesi Barat.
Laporan tersebut diterima langsung oleh Komandan Pos Gakkum LHK Sulawesi Barat, Akbar Gandhy, di Mamuju.
Dalam keterangannya, Akbar Gandhy menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Aliansi Pemerhati Sulawesi Barat yang telah hadir bersama beberapa masyarakat Kecamatan Tommo atas kepeduliannya terhadap lingkungan. Setelah menerima aduan ini, kami akan segera menindaklanjutinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya menargetkan langkah awal penanganan akan dilakukan paling lambat pekan depan.
“Paling lambat minggu depan kami akan melakukan tindakan. Saat ini ada beberapa kegiatan yang sedang berlangsung di Gakkum, dan setelah selesai kami akan turun langsung untuk menindaklanjuti laporan masyarakat,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Ketua Aliansi Pemerhati Sulawesi Barat, Supriadi, menjelaskan bahwa kedatangannya bersama masyarakat Tommo untuk meminta kepastian hukum atas laporan yang telah disampaikan sejak lama.
“Kehadiran kami di sini untuk meminta kepastian bahwa laporan masyarakat terkait perambahan hutan dan praktik jual beli ilegal yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum dapat segera diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Supriadi.
Berdasarkan hasil investigasi dan laporan warga, lanjut Supriadi, sedikitnya 1.000 hektare kawasan HPT diduga telah diperjualbelikan secara ilegal.
“Jika ini dibiarkan berlarut-larut, hutan kami akan habis dan dampak kerusakan lingkungan akan semakin besar,” ujar Aktivis Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Pimpinan Kota Mamuju tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh perangkat kecamatan dan desa. Namun, menurutnya, aparat setempat memiliki keterbatasan kewenangan dan sumber daya sehingga belum dapat memenuhi tuntutan masyarakat secara maksimal Tutupnya
By. adhie







