oleh

Kaji Banding Pertambakan Polman, Pemda Majene Terkesan dan Harap Jadi Motivasi Daerah

Majene,nuansainfo.com — Untuk meningkatkan produktifitas hasil tambak di Kabupaten Majene, Rabu 16 Juni 2021 Bupati Majene Lukman bersama Kadis. Kelautan dan Perikanan Majene dan Kadis LHK Majene melakukan kaji banding ke tambak udang dan bandeng di Desa Laliko Kec. Campalagian Kabupaten Polman.

Tambak yang dikunjungi tersebut merupakan salah satu tambak intensif yang cukup berhasil di Polman, dengan luas 3,2 Ha. Tambak tersebut juga mampu menghasilkan 27 Ton udang sekali panen untuk 1 Ha Tambak, dengan siklus panen sebanyak dua kali setiap tahunnya.

Tambak tersebut merupakan milik H. Syamsul, ia menggelontorkan sekira Rp 600 juta untuk membiayai bibit, pakan, listrik juga gaji pekerja dan kariawan. Ia mengaku tiap sekali siklus panen ia berhasil mengumpulkan keuntungan sekira Rp 1,5 M.

Melihat kondisi tersebut Bupati Majene Lukman sangat takjub. Ia mengaku ingin selalu melakukan inovasi sehingga ada peningkatan kesejahteraan masyarakat Majene khususnya para petani tambak.

Ia berharap pembelajaran dari Tambak Intensifikasi yang cukup berhasil tersebut dapat dimanfaatkan DKP Kab. Majene beserta masyarakat pengelolah tambak lainnya yang selanjutnya dapat diaplikasikan di Majene.

” Yang pasti kita selalu berharap ada peningkatan dan ada perubahan kearah yang lebih baik dalam penanganan tambak udang dan bandeng itu sendiri” ujarnya.

Terkait tambak milik Pemda yang ada di Lingkungan Barane, Lukman juga berkeinginan dapat mengarah ke metode intensifikasi. Namun masih menjadi kendala kurangnya modal kerja dalam mengolah tambak Pemda Majene.

Kadis. Kelautan dan Perikanan Majene Hj. Ichwanti menyampaikan optimismenya untuk mengembangkan tambak milik Pemda. Majene kedepannya. Ia mengakui pengelolaan tambak di Majene masih semi Intensif dan masih terbatas anggaran dalam pengelolaannya. Namun jika anggaran dapat terpenuhi maka target pengelolaan secara Intensif akan dapat diterapkan di Majene.

” karena secara teknis apa yang sudah dilakukan di Desa Laliko ini tidak terlalu beda jauh dengan apa yang sudah diterapkan di Majene, kita optimis” pungkasnya.(Adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed