oleh

Intervensi Keamanan Pangan Masyarakat, Pemda Majene Kerjasama BPOM Mamuju

Majene, nuansainfo.com — Pemerintah daerah kabupaten Majene melakukan penandatanganan kerjasama dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Mamuju. Senin, 12 April 2021.

Penandatangan kerjasama yang dibangun untuk kegiatan Advokasi Kelembagaan atau komitmen pemerintah daerah dan lintas sektor Program Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD), Intervensi Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) dan Pasar Aman Berbasis Komunitas (PPAB).

Foto Suyuti Marzuki, Pj. Sekda Kabupaten Majene.(Humas)

Penjabat Sekertaris daerah (Sekda) Kabupaten Majene, mengapresiasi kerjasama yang dibanguan antara pemerinrah daerah kabupaten Majene dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Mamuju.

“Langkah ini akan menjamin keamanan pangan di daerah. Untuk itu, dan kita akan libatkan 12 OPD yang ada Majene turun langsung mengakselerasi program yang melekat di OPD masing-masing”. Kata Suyuti Marzuki.

Suyuti mengatakan, dengan adanya kerjasama ini, pihaknya berharap BPOM terus melakukan upaya strategis dengan intens turun di lapangan untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat, sekaligus memantau keamanan pangan serta memberikan jaminan produk aman dan sehat.

Foto Lintang Purba Jaya, Kepala BPOM Mamuju.(Humas)

“Sebelum ada kejadian, kita harus mengantisipasi diawal, seperti jajanan di sekolah, pasar dan lainnya.” Harapnya

Sementara itu, kepala balai pengawas obat dan makanan (BPOM) mengatakan bahwa pada tahun 2021 kabupaten Mamuju terpilih menjadi lokus kegiatan.

“Pertimbangannya, Majene adalah salah satu kabupaten yang dianggap sangat responsif dalam .mendukung kegiatan yang dilaksanakan BPOM.” Kata Lintang Purba Jaya.

Lintang mengungkapkan, dengan kesepakatan yang dibangun, kabupaten Majene akan dipersiapkan mengikuti lomba tingkat nasional pada bulan oktober mendatang.

Dan, sebagai bentuk intervensi dari BPOM Mamuju, akan melakukan pengadvokasian di lingkungan sekolah, pasar dan desa. tentunya akan melibatkan semua pihak.

“Kalau sekolah, kita akan mengintervensi melalui kepalanya, Desa akan di intervensi melalui PKK, Termasuk pasar pasar tradisional, kita akan lalukan sosialisasi, pembinaan termasuk pengambilan sampel pada bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya.” Ungkapnya

Ia juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya akan melakukan verifikasi, Desa, sekolah dan Pasar yang akan di intervensi. Tutup Lintang Purba Jaya Kepala BPOM Mamuju. (Red/Adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed