Mamuju, nuansainfo.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat melaporkan bahwa inflasi pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,29 persen secara bulanan (month-to-month). Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi pada Januari 2026 yang mencapai 0,71 persen. Mamuju2 Maret 2026
Secara tahunan (year-on-year), inflasi Sulawesi Barat mencapai 5,15 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year-to-date) tercatat sebesar 1,01 persen.
Kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan. Beberapa komoditas yang dominan mendorong inflasi antara lain tomat, emas perhiasan, ikan cakalang, dan cabai rawit. Sebaliknya, komoditas seperti bawang merah dan cabai merah menjadi penghambat inflasi.
Dari sisi wilayah, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Mamuju sebesar 7,13 persen, sedangkan terendah di Kabupaten Majene sebesar 3,88 persen.
Nilai Tukar Petani Turun 3,75 Persen
Selain inflasi, BPS juga mencatat bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2026 mengalami penurunan sebesar 3,75 persen, dari 127,62 pada Januari menjadi 122,84.
Penurunan ini menunjukkan bahwa daya beli petani melemah, meskipun beberapa subsektor seperti perikanan masih mengalami peningkatan. Komoditas seperti kakao, jagung, jeruk, dan kopi menjadi penyumbang pada indeks harga yang diterima petani.
Ekspor Menurun, Impor Nihil
Pada sektor perdagangan, nilai ekspor Sulawesi Barat pada Januari 2026 tercatat sebesar US$49,14 juta, turun 25,95 persen dibandingkan Desember 2025. Namun, secara tahunan masih mengalami kenaikan tipis sebesar 0,63 persen.
Menariknya, pada periode yang sama tidak tercatat adanya impor di Sulawesi Barat.
Negara tujuan ekspor utama mengalami perubahan signifikan, dengan Korea Selatan mencatat peningkatan tertinggi. Sementara itu, komoditas ekspor yang mengalami lonjakan terbesar adalah produk kimia (resin).
Sektor Pariwisata dan Transportasi Beragam
Di sektor pariwisata, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang pada Januari 2026 tercatat 19,38 persen, mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
Jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Sulawesi Barat mencapai 411.096 perjalanan, dengan peningkatan tertinggi berasal dari wilayah Kalimantan Timur.
Sementara itu, sektor transportasi menunjukkan tren positif. Jumlah penumpang angkutan udara dan laut serta aktivitas bongkar muat barang mengalami peningkatan baik secara bulanan maupun tahunan.
By Adhie







