Mamuju, Nuansainfo.com — Aktivitas pertambangan yang diduga kuat tidak mengantongi izin (PETI) di wilayah Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, selain mengancam kelestarian ekosistem hutan, aktivitas ini dinilai menyimpan bom waktu berupa bencana ekologis yang sewaktu-waktu bisa meledak. hal ini di sampaikan Supriadi di warkop HN Mamuju, 27/3/2026.
Koordinator Lembaga Pemerhati Sulawesi Barat, Supriadi, angkat bicara mengenai keresahan warga terkait maraknya alat berat dan pemrosesan material tambang di kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa jika aktivitas ini dibiarkan tanpa pengawasan dan dasar hukum yang jelas, Mamuju hanya tinggal menunggu giliran untuk dilanda bencana.
“Kita harus belajar dari tragedi besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 lalu. Banjir bandang dan tanah longsor di sana adalah bukti nyata bagaimana alam membalas kerusakan hutan. Jangan sampai Kalumpang menjadi titik awal bencana serupa di Sulawesi Barat,” tegas Supriadi.
Supriadi juga mempertanyakan dasar hukum jika memang ada pihak yang mengklaim memiliki izin. Menurutnya, izin pertambangan di wilayah hulu seperti Kalumpang harus dikaji ulang karena berdampak langsung pada hilir sungai yang melintasi pemukiman padat penduduk.
Tidak hanya soal kerusakan lingkungan, isu ini menggelinding panas ke ranah penegakan hukum. Muncul dugaan miring mengenai lemahnya penindakan dari aparat kepolisian setempat terhadap para pelaku tambang ilegal di Kalumpang.
Supriadi secara terbuka mempertanyakan komitmen Polda Sulawesi Barat dalam memberantas aktivitas terlarang ini. Ia menilai ada kesan pembiaran yang memicu spekulasi liar di tengah masyarakat.
-
Dugaan Keterlibatan: Adanya desas-desus mengenai keterlibatan oknum atau perlindungan (backing) terhadap operasional tambang emas tersebut.
-
Pertanyaan Publik: Mengapa aktivitas yang melibatkan alat berat dan mobilisasi massa ini terkesan luput dari tindakan tegas Polda Sulbar?
“Kami mempertanyakan, ada apa dengan Polda Sulbar? Mengapa seolah-olah mata tertutup terhadap apa yang terjadi di Kalumpang? Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada keterlibatan oknum aparat dalam pusaran tambang emas ilegal ini,” tambah Supriadi.
By Adhie







